Selamat! Acep Bupati Terpopuler di Medsos

Bupati H Acep Purnama SH MH menjadi bupati paling populer kedua setelah Bupati Banyuwangi Azwar Anas di Media Sosial versi Public Relation (PR) Indonesia.FOTO: IST

KUNINGAN-Bupati H Acep Purnama SH MH menjadi bupati paling populer kedua setelah Bupati Banyuwangi Azwar Anas di Media Sosial versi Public Relation (PR) Indonesia. Penghargaan diterima langsung Bupati Acep saat menghadiri acara Jambore PR Indonesia (Jampiro) di Bali.

Ada berbagai kategori yang diberikan baik itu untuk PR perusahaan, PR pemerintah, dan kepala daerah baik Gubernur hingga bupati/walikota. Bupati Acep bersama dengan Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, Ketua KPU RI, Bupati Banyuwangi Azwar Anas menjadi pemenang penghargaan yang diberikan oleh PIndonesia tahun ini.

Bupati Acep Purnama didampingi Kabag Humas Setda Dr Wahyu Hidayah MSi dan Kabag Umum Setda Guruh I Zulkarnaen MSi, seusai menerima penghargaan, mengatakan, Jumat (1/11), saluran-saluran maupun media baik cetak dan online, merupakan media untuk menyampaikan berbagai informasi seperti program maupun berita pemerintah bagi masyarakat. Tak terkecuali media sosial, yang kini telah menjadi trend baru dalam penyampaian informasi.

“Melalui media sosial ini, banyak sekali informasi-informasi yang tersampaikan kepada masyarakat. Kita harus menyadari bahwa media sosial sangat cepat dari segi waktu, detik ini kejadian, maka detik ini juga informasi akan sampai kepada masyarakat terutama para pengguna media sosial,” ujarnya.

Tak lupa, Bupati Acep menyampaikan, rasa terima kasih kepada PR Indonesia yang telah memberikan penghargaan. Namun paling penting, bagaimana semua pihak dapat menyaring informasi-informasi di media sosial yang serba cepat menjadi sebuah informasi yang baik dan bermanfaat bagi warga masyarakat khususnya Kabupaten Kuningan. “Sebab tidak sedikit berita-berita maupun informasi di media sosial adalah berita dan informasi hoax,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PR Indonesia Asmono, menuturkan, proses penilaian dilakukan sejak tanggal 1 Januari 2019 hingga 31 Agustus 2019, yakni melalui mesin intelligence perception analysis sehingga data diolah dan dimasukan kedalam aplikasi. Penilaian bergantung kepada ekspos perbincangan positif netizen, dengan mempertimbangkan konten pemberitaan yang dianalisis secara manual oleh tim media analisis.

“Penghitung data tersebut dilakukan oleh lembaga independen yaitu Indonesia Indicator. Sehingga proses penghitungan sangat indenpenden sesuai dengan percakapan positif di media sosial berupa twitter, facebook dan instagram,” terangnya.

Menurutnya, PR atau Public Relation merupakan ujung tombak pemerintah dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Sehingga dibutuhkan saluran-saluran atau media yang dapat memberikan informasi yang utuh dan terpercaya, guna meyakinkan masyarakat baik itu perusahaan maupun pemerintahan.

“PR yang profesional dapat membantu perusahaan atau pemerintah dalam penyebaran informasi perusahaan maupun program-program pemerintah. Untuk itu, PR Indonesia yang merupakan lembaga non pemerintah memberikan apresiasi dan penghargaan bagi para pejabat kehumasan maupun kepala daerah, yang aktif bermedia dan mendapat respon baik dari masyarakat. (ags)

Berita Terkait