Selain Ciberes, Ada Dua Lokasi Lain yang Airnya Berubah Pink

MASIH PINK: Kondisi air di Sungai Ciberes masih berwarna pink. Rupanya selain Ciberes, ada dua lokasi lainnya yang airnya mengalami perubahan warna seperti Sungai Ciberes. FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, sudah mengambil sample air Sungai Ciberes yang beberapa waktu terakhir berwarna pink di Desa Gebang Kulon. Untuk kandungan dalam air sendiri, nantinya setelah pengambilan sample, baru bisa diketahui paling cepat dalam waktu dua minggu ke depan.

Hal tersebut disampaikan Kabid Pengendalian Pemulihan Dampak Lingkungan DLH Kabupaten Cirebon, Yuyu Jayudin saat dihubungi Radar Cirebon, kemarin (2/12). Menurut Yuyu, uji sample yang dilakukan pihaknya tersebut, akan sangat menentukan untuk bisa mengetahui apa saja yang terkandung dalam air di Sungai Ciberes. “Sudah kita ambil sample airnya. Kita tunggu sekitar dua mingguan nanti baru diketahui hasilnya,” ujarnya, kemarin (2/13).

Menurut Yuyu, pengujian kadar air di Sungai Ciberes terakhir kali, dilakukan  DLH pada bulan Oktober 2019. Saat itu, kondisi air Sungai Ciberes sudah berada di atas baku mutu kelas 2. “Masyarakat sendiri tidak perlu khawatir dengan kondisi itu, asal jangan bersentuhan langsung saja saat menggunakan air tersebut,” imbuhnya.

Kondisi air sungai berwarna pink menurut Yuyu, tidak hanya terjadi di Cirebon. Ia mencontohkan air Sungai Kamal, Brebes yang mengalami kondisi serupa dan sudah keluar hasil uji labnya.

“Dugaan sementara dari ganggang. Tapi kepastiannya tentu harus tunggu hasil lab. Kondisi di Ciberes bukan satu-satunya. Di tempat lain juga terjadi dan hasil di sana menunjukan disebabkan tumbuhnya ganggang dan intrusi air laut,” jelasnya.

Selain Sungai Ciberes, menurut Yuyu, pihaknya juga menemukan kondisi yang hampir serupa di mana ada perubahan warna air juga terjadi di saluran irigasi di Desa Gebang Ilir dan satu kolam lainnya di wilayah Kecamatan Gebang.

“Ada tiga titik yang kondisi airnya hampir sama. Lokasinya di Kecamatan Gebang, untuk saluran irigasi di Gebang Ilir pertama kali saya temukan pinknya sudah lama. Pertama menemukan tanggal 22 Oktober, terus tanggal 4 November saya cek masih pink dan kemarin tanggal 30 November udah mulai pudar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kadus 4 Desa Gebang Kulon, Bawon Supriyanto kepada Radar Cirebon mengatakan, pihaknya masih belum menerima aduan dari warga terkait kondisi sumur warga yang terkontaminasi dampak dari berubahnya warna air di Sungai Ciberes. Namun demikian, pihak Pemdes Gebang Kulon menurutnya, sudah melayangkan surat pengaduan terkait kondisi Sungai Ciberes saat ini. “Surat sudah kita layangkan. Mudah-mudahan segera ada tindak lanjutnya,” pungkasnya. (dri)

Berita Terkait