Sekeluarga Tewas Korban Kecelakaan Kereta Jayabaya Hendak Piknik

CINTA-SEHIDUP-SEMATI
SEHIDUP SEMATI: H Tasdan SAg bersama istrinya, Hj Dian  Kusprihatin. Foto: Istimewa

SABTU (29/6) merupakan hari terakhir bagi keluarga H Tasdan SAg MAg (45). Bersama istri (termasuk janin yang sedang di kandung), anak dan mertua serta keponakannya mengalami kecelakaan. Mobil Daihatsu Terios yang ditumpangi mereka dihajar kereta api saat melintas di perlintasan tanpa palang pintu KM 143+1 Blok Cipedang Jubleg, Desa Jayamulya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, sekitar pukul 15.15 WIB.

Suwaryo (45) adik kandung Turi Mulyati, mengatakan, hari itu H Tasdan bersama istri dan anaknya berkunjung ke rumah mertuanya di Desa Temiyang Sari, Kecamatan Kroya. Setelah beberapa jam, Muti Amrilah anaknya meminta pergi jalan-jalan. Piknik ke lokasi wisata JPP.  Lalu mengajak mertua dan tiga keponakannya.

Baca:

7 Orang Tewas Tertabrak Kereta Api di Indramayu

Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan Minibus Terios dan KA Jayabaya, Fakta Mengejutkan

Innalillahi, Korban Kecelakaan Kereta Jaya Baya Ada Ibu Hamil yang Bayinya Keluar dan Meninggal

“Baru sekitar 15 menit pergi mereka mengalami kecelakaan. Kabar yang kami terima saat itu, ada mobil minibus warna hitam ditabrak kereta api di perlintasan Cipedang Jubleg. Saya menduga jangan jangan mobilnya H Tasdan. Setelah dicek ternyata benar. Saya bersama keluarga lain shock mengetahui mereka semua meninggal,” kata Suwarno, saat ditemui di RS Bhayangkara Losarang.

Almarhum H Tasdan adalah Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Patrol. Di Patrol ia baru lima bulan menjabat.  Sebelumnya bertugas di KUA Kecamatan Cantigi dan Bongas.

Kabar meninggalnya H Tasdan, juga mengagetkan rekan-rekannya. Kepala KUA Kecamatan Anjatan, Suyatno SAg mengaku kaget ketika menerima kabar duka tersebut. Terlebih istri, anak termasuk mertuanya ikut menjadi korban dalam kejadian itu. Saat itu juga Suyatno bersama rekan rekannya mendatangi rumah H Tasdan di Desa Ranjeng,  Kecamatan Losarang.

Baca juga:

Pria Berusia 66 Tahun Tewas Tertabrak KA Gaya Baru Malam Selatan di Cirebon

“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Kabar duka itu saya terima dari rekan-rekan, bahwa Pak H Tasdan meninggal dunia akibat kecelakaan. Mobil yang ditumpangi bersama istri, anak, mertua dan beberapa orang keponakannya ditabrak kereta api,” kata Suyatno.

Seperti diberitakan sebelumnya, satu keluarga tewas akibat kendaraan yang mereka tumpangi tertemper (tertabrak) Kereta Api Jayabaya No KA 144 jurusan Pasar Senen-Malang di perlintasan kereta tanpa palang pintu KM.143+1 Blok Cipedang Jubleg, Desa Jayamulya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Sabtu (29/6) sekitar pukul 15.15 WIB.

Delapan korban tewas tersebut adalah H Tasdan (45), dan istrinya Hj Dian Kusprihatin (34) serta janin berusia sekitar 6 bulan yang dikandungnya, serta Muti Amrilah (5), warga Desa Ranjeng, Kecamatan Losarang. Janin dalam kandungan Hj Dian keluar akibat luka sobek di perutnya.

Sementara empat korban lainnya, merupakan mertua dan keponakannya, yakni Turi Mulyati, (52), Atmadja Akmal (8), Darmiyati (8) dan Aldion Delimarta (19) warga Desa Temiyang Sari, Kecamatan Kroya.

Keterangan diperoleh Radar Indramayu, rombongan keluarga yang menaiki Daihatsu Terios nopol E 1826 RA yang dikemudikan H Tasdan, rencananya hendak rekreasi atau piknik ke lokasi wisata JPP, Desa Mekar Waru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu. (kom)

Berita Terkait