Sejarah Papua Ada di Tanah Legenda

EMAS PERTAMA: Margaretha Herawati (tengah) usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Stadion Bima Cirebon, kemarin (16/9).

MARGARETHA Herawati mencetak sejarah baru. Dia menjadi peselam Papua pertama yang berhasil meraih emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016. Retha, sapaan akrabnya, meraih emas nomor 100 meter bifins putri.

Atlet kelahiran Jakarta, 20 Oktober 1988, itu berhasil finis dengan waktu tercepat 50,11 detik. Di berhasil menyisihkan dua peselam DKI Jakarta, Joanita Mutiara Hapsari dan Muthia Setiadarma dengan catatan waktu masing-masing 50,56 detik dan 50,85 detik.

Tidak hanya itu, Retha juga berhasil memecahkan rekor atas namanya sendiri yang dibukukan pada PON XVIII/2012 Riau dengan catatan waktu 51,41 detik. “Senang rasanya bisa meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor atas nama saya sendiri,” katanya usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP), kemarin (16/9).

Dengan raihan 1 emas, bonus Rp600 juta sudah ditangannya. Dengan uang itu, Retha bermaksud melanjutkan studinya ke luar negeri. “Bonusnya buat lanjut kuliah S-2. Rencananya ke luar tapi belum ada rencana pastinya ke mana,” ungkapnya.

Keberhasilan Retha disambut dengan suka cita oleh seluruh kontingen selam Papua. “Ini sejarah baru buat kami. Karena pertama kalinya meraih emas di nomor selam kolam. Kami berharap, tentunya prestasi Retha akan menginspirasi peselam muda lainnya di Papua,” ujar Wakil Ketua KONI Provinsi Papua, Jhony Banua Rouw.

Dia mengungkapkan, selain bonus medali emas bagi atlet perorangan sebesar Rp600 juta, Margaretha juga berhak atas bonus pemecahan rekor nasional sebesar Rp50 juta. “Pemerintah kami mengapresiasi prestasi yang berhasil diraih para atlet. Itu semata-mata demi memotivasi para atlet, tidak hanya Retha tetapi juga atlet-atlet Papua lainnya yang sama-sama tengah berjuang di PON kali ini,” ungkapnya.

Dengan hasil terebut membuat Papua menuai sejarah di Tanah Legenda, Jawa Barat. (ttr)

 

 

 

Berita Terkait