Sehari Terjadi Tiga Kali Kebakaran di Kuningan

Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Cirebon tengah mematikan api yang membakar rumah seorang warga di Desa Sukadana. FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Cirebon tengah mematikan api yang membakar rumah seorang warga di Desa Sukadana.FOTO:ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

KUNINGAN- Dalam sehari, Sabtu (16/11), petugas Damkar Kabupaten Kuningan disibukkan dengan peristiwa kebakaran di tiga lokasi berbeda. Masing-masing musibah kebakaran itu menimpa rumah semi permanen, panglong, dan lahan kosong.

Lokasi pertama kebakaran sekitar pukul 09.00 WIB pagi terjad di Desa Sukarasa, Kecamatan Kadugede. Musibah ini menimpa bangunan panglong milik Hj Enijah (50), berukuran 150 meter persegi. Kebakaran kedua menimpa rumah semi permanen milik Setiana (58) warga Desa Cirukem, Kecamatan Garawangi. Api melahap rumah korban sekitar pukul 11.30 hingga mengakibatkan rumah korban rata dengan tanah.

Tak berselang lama, petugas Damkar Kuningan mendapat laporan terkait kebakaran lahan di Desa Ciawigebang, Kecamatan Ciawigebang. Kebakaran lahan seluas satu hektare ini terjadi sekitar pukul 13.45.

“Dalam satu hari kami menangani musibah kebakaran di tiga lokasi berbeda,” kata Plt Kepala Damkar Kuningan Khadafi Mufti.

Ia menyebutkan, ada empat anggota Damkar diterjunkan dengan satu unit mobil tangki air. Upaya pemadaman juga dibantu oleh anggota kepolisian, TNI, dan warga.

“Untuk di Sukarasa, dugaan sementara akibat terjadi korsleting listrik. Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian r sekitar Rp250 juta,” imbuhnya.

Usai kebakaran di Desa Sukarasa, pihaknya kembali mendapat laporan terkait musibah kebakaran yang menimpa seorang warga di Desa Cirukem Kecamatan Garawangi. Upaya pemadaman dilakukan bersama warga dibantu anggota TNI dan pihak kepolisian dengan peralatan seadanya.

“Akibat musibah ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp55 juta. Korban sementara ini dievakuasi ke rumah anaknya. Dugaan sementara kebakaran akibat adanya aktivitas membakar sampah di samping rumah yang ditinggal pemiliknya,” tukasnya.

Terakhir, pihaknya mengatasi kebakaran lahan milik Desa Ciawgigebang seluas satu hektare. Kebakaran diduga adanya pembakaran sampah oleh oknum warga yang tak bertanggung-jawab.

”Di Ciawigebang, api dipadamkan sekitar 30 menit. Lahan yang terbakar ini milik Desa Ciawigebang,” pungkasnya. (ags)

Berita Terkait