Segini Harga Brompton Explorer yang Diselundupkan di Pesawat Garuda

Harga-Brompton-Explorer
Brompton Explorer yang dibawa menggunakan Pesawat Airbus A300-900 Neo. Foto: Instagram/Sri Mulyani

JAKARTA – Skandal penyelundupan Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton menggunakan pesawat Airbus A330-900, berpotensi merugikan negara Rp500 juta hingga Rp1,5 miliar.Lalu, berapa sebenarnya harga Brompton Explorer?

Melansir sejumlah sumber, Brompton Explorer merupakan seri terbaru keluaran pabrikan asal Greenford, Inggris tersebut. Harganya terbilang fantastis untuk ukuran sepeda lipat, yakni Rp50-55 juta. Brompton Explorer disebut-sebut didesain untuk touring jarak jauh. Segmen pasar yang disasar Brompton jenis ini adalah para petualang.  

Baca Juga:

Seperti diketahui, selain sepeda lipat merk Brompton, penerbangan khusus Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo juga membawa Harley Davidson Shovelhead yang harganya diperkirakan mencapai Rp800 juta.

Menteri BUMN, Erick Tohir mengungkapkan, Harley Davidson Shovelhead adalah motor gede keluaran tahun 1970-an. Motor klasik ini, adalah keluaran pabrikan Milwaukee, Amerika Serikat dan menjadi buruan para kolektor.

Merujuk sejumlah sumber, Harley-Davidson Shovelhead series pertama kali diproduksi pada 1966. Moge klasik ini sempat menjadi tunggangan populer pada masanya. Kemudian redup dan berhenti diproduksi pada 1984.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyayangkan penyelundupan ini. Melalui Instagram pribadinya di menuliskan bahwa skandal ini mencederai reputasi Garuda Indonesia. Kejadian tersebut mencederai reputasi PT Garuda @garuda.indonesia sebagai perusahaan publik dan pemegang bendera (flag carrier) Indonesia.

Kejadian ini juga merupakan pengkhianatan atas kepercayaan publik kepada para pejabat BUMN, yang seharusnya mengemban tugas secara amanah. BUMN sebagai kekayaan milik negara milik rakyat Indonesia, dan sekaligus sebagai instrumen pembangunan Indonesia seharusnya dikelola secara jujur, profesional, kompeten dan berintegritas; bukan justru disalahgunakan untuk kepentingan pribadi dan korupsi. (yud)

Berita Terkait