Sebelum Dibacok, Korban Melihat Pelaku Hendak Masuk ke Dalam Rumah

Anggota kepolisian dari Polsekta Cirebon Seltim, Polres Cirebon Kota, dan sekuriti serta warga memeriksa rekaman CCTV di pos sekuriti. FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
Anggota kepolisian dari Polsekta Cirebon Seltim, Polres Cirebon Kota, dan sekuriti serta warga memeriksa rekaman CCTV di pos sekuriti. FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Kuasa hukum keluarga Kaidi alias Asiong, DR Hermanto SH MH, mengatakan kliennya hingga tadi malam masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Data yang disampaikan oleh Hermanto, kejadian bermula saat Asiong dan keluarganya baru pulang ibadah.

“Katanya habis rapat juga. Rapat persiapan menyambut natal, karena kan Pak Asiong sebagai ketuanya,” jelas Dia.

Dijelaskannya, saat itu Asiong menurunkan anak dan istrinya di depan rumah mereka di kompleks Cluster Kecapi Mas, Harjamukti, Kota Cirebon. Asiong pun sempat turun. Saat anak istrinya masuk rumah, ia kembali masuk mobil hendak pergi lagi. Tapi ia kaget melihat seorang pria hendak masuk ke rumah sambil menenteng senjata tajam jenis parang atau samurai.

Kondisi mobil korban yang tergelincir masuk ke lahan kosong di depan rumahnya di kompleks Cluster Kecapi Mas Harjamukti, Minggu (15/9).
Kondisi mobil korban yang tergelincir masuk ke lahan kosong di depan rumahnya di kompleks Cluster Kecapi Mas Harjamukti, Minggu (15/9).

Panik dan kaget melihat kondisi seperti itu, Asiong langsung turun berusaha mencegah pelaku masuk ke rumah. “Jadi itu baru saja datang. Anak istrinya juga baru masuk rumah. Pak Asiong masuk mobil hendak pergi lagi. Tapi tiba-tiba ia melihat pelaku hendak masuk sambil menenteng parang. Jelas panik, makanya Pak Asiong turun lagi. Mungkin pelaku juga panik, langsung menyerang Pak Asiong,” ungkapnya.

Baca: https://www.radarcirebon.com/pulang-ibadah-bos-batubara-dibacok-depan-rumah-pelaku-2-orang-naik-motor.html

Korban, sambung Hermanto, tidak mengenal pelaku. “Tidak mengenal pelaku, tapi hafal wajahnya. Kejadian pun berlangsung begitu cepat, bahkan antara Pak Asiong dan pelaku tidak terlibat pembicaraan apapun. Kalau motif penyerangannya, saya sementara ini belum tahu. Korban pun tidak tahu. Kondisi korban saat ini masih dalam perawatan, mau operasi. Karena lukanya cukup parah. Jarinya itu hampir putus, ya luka parah. Sempat muntah,” imbuhnya.

Hermanto juga mengapresiasi langkah kepolisian yang langsung turun ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. “Saya menyerahkan penyelidikan ke kepolisian. Saya apresiasi polisi yang langsung ke lapangan. Mudah-mudahan segera ada investigasi yang maksimal,” pungkasnya. (dri)

Berita Terkait