Sarana Prasarana PMI Kota Cirebon Kurang Memadai

PMI-KOTA-CIREBON
Petugas PMI Kota Cirebon melakukan pertolongan pertama. Foto: PMI Kota Cirebon for Radar Cirebon

CIREBON – Palang Merah Indonesia (PMI) baru saja memperingati hari lahirnya yang ke-74. PMI Kota Cirebon sendiri akan merayakannya secara sederhana pada 26 September mendatang. Perayaan akan dilakukan dalam bentuk pemberian penghargaan terhadap para pendonor yang telah mendonor sebanyak 50, 75 dan 100 kali.

Sekertaris PMI Kota Cirebon, Mulyana mengatakan pemberian penghargaan itu juga telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo terhadap para pendonor aktif beberapa waktu sebelumnya. Setidaknya ada 3 orang warga Cirebon yang diberikan cincin emas oleh presiden Joko Widodo karena telah melakukan donor darah sebanyak lebih dari 100 kali.

“Selain itu ada empat orang lainya yang sudah kita ajukan. Pada tanggal 26 nanti kita akan berikan penghargaan juga. Termasuk kepada para pendonor yang telah melakukan donor darah 75 kali dan 50 kali,” jelasnya.

Mulyana menjelaskan, selain telah berkiprah lama terhadap masalah kemanusiaan, PMI juga turut andil dalam penanggulangan bencana alam.

Berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 2019 tentang Kepalang Merahan kata Mulyana, tugas PMI bukan hanya melakukan pelayanan terhadap kesehatan seperti menyediakan darah dan melakukan penyelamatan pertama, tetapi juga turut serta dalam penganggulangan bencana. Kepalangmerahan meliputi penanggulangan bencana yaitu pra-saat-pasca, pelayanan kesehatan dasar, penyediaan air bersih, pemulihan hubungan keluarga, dan pelayanan donor darah serta kegiatan kemanusiaan lainnya.

Namun sayangnya, sampai saat ini pihaknya masih terkendala sarana dan prasarana yang belum memadai. Untuk  pengiriman air bersih misalnya, pihaknya mengaku harus meminjam peralatan terlebih dahulu untuk mendistribusikan air bersih ke daerah yang terdampak kekeringan seperti Argasunya. Begitu pula dengan perahu karet yang selalu dibutuhkan saat terjadi banjir. pihaknya juga mengaku belum bisa menyediakanya.

“Untuk sekarang kita semuanya masih meminjam. Padahal, kita punya SDM yang mumpuni yang selalu hadir saat ada peristiwa kegawat daruratan. Tetapi masih terkendala sarana yang belum memadai,” terangnya.

Termasuk untuk operasional para relawan. Pihaknya masih mengandalkan sebuah mobil ambulans yang digunakan untuk mendatangi daerah daerah bencana.

“Memang armada yang kita miliki, untuk para relawan ini hanya satu. Sehingga, tidak jarang mobil ini kita bawa untuk menghadiri rapat, meskipun kita tahu itu tidak boleh. Tapi karena ini satu-satunya kendaraan operasional yang kita miliki, akhirnya semuanya memaklumi,” beber Mulyana.

Sementara untuk Unit Transfusi Darah (UTD), PMI kota Cirebon memiliki setidaknya 4 unit mobil. Namun penggunaanya hanya untuk melakukan transfusi darah. Tidak bisa digunakan untuk aktivitas kerelawanan.

“Kalau mobil UTD itu harus steril. sementara kita kan datangnya ke tempat bencana yang kotor, itu tidak boleh,” katanya. (awr)

Berita Terkait