Sampah Ditarget PAD Rp2,1 Miliar

SAMPAH BERSERAK: Belum selesai soal warga yang masih banyak membuang sampah sembarangan, tahun 2020 ini bagian sampah ditarget memperoleh PAD sebesar Rp2,1 miliar. FOTO: ILMI YANFA UNNAS/RADAR CIREBON

CIREBON– Meski saat ini sampah menjadi salah satu masalah utama di Kabupaten Cirebon, namun dari sampah juga ditarget Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,1 miliar untuk tahun 2020 ini. Sehingga, bagi desa-desa ataupun komplek perumahan yang akan mengangkut sampah melalui DLHD, diharuskan membayar retribusi untuk PAD Kabupaten Cirebon.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan DLHD Kabupaten Cirebon, Dedi Sudarman kepada Radar Cirebon mengatakan, untuk tahun 2020 ini pihaknya ditargetkan untuk mendapatkan PAD sebesar Rp2,1 miliar. Oleh sebab itu, pihaknya menekankan untuk warga atau desa yang ingin mendapatkan pelayanan DLHD dalam pengangkutan sampah, diharuskan membayar retribusi sebesar Rp3.000 perbulan.

“Kalau untuk perumahan standar itu retribusi setiap bulannya cuma Rp3.000 per rumah, bila ingin sampahnya diangkut oleh DLHD,” ujarnya, kemarin (12/1).

Sejauh ini, menurut Dedi, baru ada sekitar 50 persen desa yang membayar retribusi sampah kepada DLHD. “Kalau untuk desa kan tinggal dikalikan saja ada berapa rumah? Sejauh ini, desa yang sudah MoU dengan membayar retribusi sampah kepada kita baru sekitar 50 persen,” ungkapnya.

Namun kendati demikian, selain yang membayar retribusi, pihaknya juga melakukan pengangkutan sampah-sampah liar. “Terlepas dari kejar target PAD, kita juga tetap mengangkut sampah-sampah yang berada di TPS ataupun sampah-sampah liar. Karena bagaimana pun, itu juga tugas kami,” tuturnya.

Terpisah, salah satu pengamat lingkungan hidup Kabupaten Cirebon, Yoyon Suharyono mengatakan, pihaknya heran Kabupaten Cirebon justru menargetkan PAD dari sektor sampah. “Pengelolaan sampah saja sudah bermasalah. Kok ini justru membebankan PAD dari sampah? Buktinya, kini desa-desa diminta tolong untuk mengelola sampah,” ujarnya.

Yoyon meminta agar Pemkab Cirebon jangan dulu membebankan PAD dari sektor sampah. Yang penting, kelola sampah saja dulu dengan baik, baru menargetkan PAD. (den)

 

Berita Terkait