Rouhani Seret Penembak Pesawat Ukraina

PESAWAT-UKRAINA-JATUH-DI-IRAN
TINGGAL PUING: Pesawat Ukraina yang membawa 176 orang jatuh pada hari Rabu (8/1) tak lama setelah lepas landas dari bandara utama Teheran. Sehingga menewaskan semua penumpang. Presiden Iran Hassan Rouhani berjanji akan menghukum siapa pun yang bersalah yang menyebabkan jatuhnya pesawat Ukraine International Airlines. Foto: AP

JAKARTA – Presiden Iran Hassan Rouhani berjanji akan menghukum siapa pun yang bersalah yang menyebabkan jatuhnya pesawat Ukraine International Airlines pada 8 Januari 2020.

Dapat diketahui, pesawat Boeing 737-800 itu jatuh akibat tembakan rudal militer Iran, menewaskan 176 penumpang dan kru. Dalam penerbangan itu, terdapat lebih dari 60 warga Kanada, 10 warga Swedia, serta masing-masing tiga warga Inggris dan Jerman.

Insiden ini terjadi beberapa jam setelah Iran menyerang pangkalan militer Irak, tempat di mana bermarkasnya pasukan Amerika Serikat, sebagai balasan atas pembunuhan komandan pasukan elite Quds, Qasem Soleimani.

Rouhani mengatakan, semua yang bertanggung jawab akan diseret ke pengadilan militer. Hal ini menandakan seluruh yang terlibat merupakan personel angkatan bersenjata Iran. Mereka meluncurkan rudal darat ke udara hingga mengenai pesawat.

“Itu merupakan kesalahan yang tidak dapat dimaafkan, satu orang saja tidak dapat bertanggung jawab sepenuhnya atas kecelakaan pesawat ini,” katanya, dalam pidato yang ditayangkan stasiun televisi nasional, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (14/1).

Kendati demikian, Rouhani memuji sikap militer Iran yang langsung mengaku bersalah atas pelanggaran ini. Untuk itu, pemerintah Iran menegaskan akan bertanggung jawab atas tewasnya warga Iran serta warga asing.

“Angkatan bersenjata Iran mengakui kesalahan merupakan langkah awal yang baik. Kita harus meyakinkan orang bahwa ini tidak akan terjadi lagi,” tegasnya.

Rouhani juga menegaskan, mereka yang bertanggung jawab menembak jatuh pesawat Ukraina akan dibawa ke pengadilan militer. Dia juga menjanjikan, akan menyeret seluruh pelaku ke pengadilan.

“Penegak hukum harus membentuk pengadilan khusus terdiri dari sejumlah hakim dan pakar. Ini bukan kasus biasa. Seluruh dunia akan menyoroti perkara ini,” katanya.

Sementara itu, juru bicara aparat penegak hukum Iran, Gholamhossein Esmaili menyatakan telah menangkap 30 tentara yang diduga terlibat dalam insiden salah tembak.

Pengumuman itu disampaikan di tengah aksi unjuk rasa di negara itu sebagai protes atas perbuatan militer di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat.

“Penyelidikan menyeluruh tengah dilakukan dan sejumlah orang sudah ditangkap terkait proses tersebut,” katanya, seperti dilansir Associated Press.

Sebelumnya, pesawat Ukraina jenis Boeing 737-800 buatan tahun 2016 jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Imam Khomeini, Teheran, menuju Kiev, Ukraina. Penembakan dilakukan karena pesawat terbang di dekat lokasi militer sensitif. (der/rts/fin)

Berita Terkait