Ridwan Kamil Yakin Tol Cisumdawu Bisa Dongkrak BIJB

Tol Cisumdawu
Tol Cisumdawu

MAJALENGKA-Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya agar penerbangan di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati semakin ramai. Kebijakan pemerintah memindahkan sejumlah penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung ke BIJB Kertajati, Majalengka dinilai belum bisa mendongkrak penerbangan di bandara baru itu. Di sisi lain, kebijakan tersebut disebut-sebut memicu menurunnya angka wisata di ibu kota Jabar tersebut.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakaN setiap kebijakan pasti memiliki dampak positif dan negatif. Hal itu diungkapkan Emil saat menghadiri acara penyerahan tujuh unit Maskara, Rabu lalu (11/12). “Upaya yang terjadi dilakukan pemindahan sejumlah penerbangan dari Bandung ke Majalengka. Berbagai keputusan tentu ada plus minusnya,” paparnya.

Ridwan Kamil mengatakan, Bandara Kertajati tidak sepi penerbangan. Menurutnya, sejak pekan lalu jadwal penerbangan sudah terisi penuh. Pihaknya mengklaim bukan karena akhir tahun. Tetapi sejumlah orang Cirebon sudah banyak yang menggunakan Kertajati.

Ditambahkan, dalam waktu dekat jika tol Cisumdawu sudah rampung dan berfungsi pasti Kertajati akan ramai. Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun Bandara Kertajati guna memenuhi kebutuhan angkutan udara yang dipastikan akan meningkat.

Ditegaskannya, permasalahan yang terjadi di dua bandara di Jabar itu, sejatinya bisa teratasi ketika Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) selesai dikerjakan. “Semua permasalahan, Bandara Bandung, Bandara Kertajati, sebenarnya kuncinya ada di Tol Cisumdawu. Jadi doakan. kita sedang kerja keras bahwa Cisumdawu ini harus beres secepatnya. Kalau itu beres, Bandara Bandung aman, Bandara Kertajati juga aman. Semua senang,” klaimnya.

Ridwan Kamil
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menghadiri acara penyerahan tujuh unit Maskara, Rabu lalu (11/12). FOTO: ONO CAHYONO/RADAR MAJALENGKA

Sementara, pihaknya wajib mendorong Bandara Kertajati berkembang tanpa mematikan bandara yang sudah ada. Bahkan, pihaknya mendukung jika bandara baru dibangun atau dikembangkan di Jabar. “Kita berpikir ke depan bahwa angkutan penumpang via udara makin lama makin meningkat,” ujarnya.

Diakui Emil, Kota Bandung saat ini memang menjadi tujuan wisatawan mancanegara terbesar dan bukan Kertajati. Wisatawan dari Singapura dan Malaysia masih berpikir ke Bandung karena mereka masih bisa datang pagi dan pulang pada sore harinya.

Artinya wisatawan tidak stay dalam waktu yang lama. Ketika lenght of stay wisawatan kecil, maka hotel tidak dipakai. “Jadi dari sisi wisata sebetulnya kecil. Coba kalau ke Kertajati pasti dia nginep, kalau mau strateginya gitu,” imbuhnya.

Perlu diingat, kata Emil, pihaknya bukan ingin mematikan Bandara Husein. Menurutnya, semakin banyak bandara di Jabar semakin bagus tinggal dibagi-bagi saja rutenya. “Mana yang internasional dengan pesawat wide body, yang umrah dan haji nanti di sana (Kertajati),” ucap dia.

Emil pun mengingatkan pihaknya perlu mengembangkan wilayah Jabar. Jabar, kata dia, tidak hanya Kota Bandung, tetapi daerah lain juga termasuk Majalengka. “Nah sekarang, karena Tol Cisumdawu masih progres, ada satu dua yang terkendala, kami mohon maaf, dan mohon kesabarannya,” tandasnya. (ono)

Berita Terkait