Ribuan Jamaah Haji Indonesia Tinggalkan Mekkah

MEKKAH
SELESAI BERHAJI: Jamaah haji Indonesia berangsur meninggalkan Makkah untuk kembali ke tanah air. Foto: AP

MEKKAH – Puncak musim haji 2019 telah berakhir. Ribuan anggota jamaah haji asal Indonesia mulai berangsur meninggalkan Kota Mekkah untuk kembali ke tanah air. Namun, ada sebagian di antara para jamaah yang melanjutkan ibadah ke Madinah.

Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama, jamaah haji yang dipulangkan dari Arab Saudi sudah mencapai 43.011 orang dari 105 kelompok terbang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 37.533 orang sudah tiba dengan selamat di Tanah Air.

Jamaah yang sudah diberangkatkan ke Indonesia antara lain berasal dari Batam, Jakarta, Solo, Banjarmasin, Surabaya, Palembang, Lombok, Padang, Ujung Pandang, Medan dan Batam.

Kepala Daerah Kerja Mekkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019, Subhan Cholid di Kota Mekkah mengatakan, setelah selesainya proses penyelenggaraan haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, maka pada 14-16 Zulhijah 1440 puncak kepadatan jamaah terjadi di Kota Mekkah.

“Karena kegiatan di Armuzna itu sudah selesai, kemudian seluruhnya terkonsentrasi kegiatan di Mekkah,” kata Subhan, Sabtu (24/8).

Namun pada 16 Zulhijah 1440 H, jamaah Indonesia sendiri sudah ada kloter yang diberangkatkan untuk pulang ke Tanah Air yakni sebanyak 18 kloter. “Mulai hari ini berangsur-angsur jamaah haji setiap harinya antara 15-20 kloter kembali ke Tanah Air melalui Jeddah,” ujarnya.

Sejak 21 Agustus 2019, selain jamaah yang pulang ke Tanah Air, PPIH juga memberangkatkan jamaah menuju Madinah bagi jamaah haji gelombang kedua untuk melaksanakan ibadah arbain.

“Setiap harinya 15-18 kloter, jadi setiap hari jamaah haji yang meninggalkan Mekkah setelah gelombang kedua berangkat ke Madinah rata-rata sekitar 30 kloter jadi berkurang cukup banyak,” terangnya.

Subhan menambahkan, bahwa jumlah haji ke Madinah sebanyak 40 kloter atau sekitar 16.000an sudah ke Madinah.

“Prosesnya hampir sama seperti ke Jeddah tapi kalau ke Madinah dibatasi waktu dalam waktu paling lambat itu jam 8 malam dan dimulai lagi bada subuh artinya kita hanya memberangkatkan di waktu siang saja mulai jam 8 pagi sampai 4 sore kita memberangkatkan jamaah dari Mekkah ke Madinah,” tuturnya.

Di sisi lain, Subhan menyebutkan, sebanyak 317 jamaah haji sudah menghembuskan nafas terakhir di Tanah Suci. Jamaah yang wafat berasal dari haji reguler dan khusus.

Jamaah haji yang wafat di berbagai lokasi. Seperti di Madinah, Jeddah, Mekkah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Dengan rincian jemaah haji perempuan sebanyak 118 orang dan laki-laki 190 orang. (der/fin)

Berita Terkait