Revitalisasi Pasar Desa Mundu Pesisir Dimulai

DIMULAI: Sejumlah pekerja tengah membuat fondasi untuk pasar darurat yang akan digunakan jika bangunan utama kios di Pasar Desa Mundu Pesisir dibongkar. FOTO: ANDI WIGUNA/RADAR CIREBON
DIMULAI: Sejumlah pekerja tengah membuat fondasi untuk pasar darurat yang akan digunakan jika bangunan utama kios di Pasar Desa Mundu Pesisir dibongkar.FOTO: ANDI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Pembangunan Pasar Desa Mundu Pesisir dimulai. Rabu (10/7) kemarin, sejumlah pekerja terlihat sibuk membangun fondasi untuk lokasi pasar darurat sementara, ketika ruko yang diperbaiki mulai dibangun.

Dimulainya proses pembangunan tersebut, merupakan tindak lanjut dari hasil musyawarah yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, sesuai hasil pertemuan dengan Bumdes Nitis Karya dan perwakilan pedagang Pasar Desa Mundu Pesisir. Mereka sepakat jika dalam waktu dekat akan segera dilakukan revitalisasi pasar.

Direktur Bumdes Nitis Karya, Agus Zaenuddin menyebut, kesepakatan tersebut tercapai melalui proses musyawarah. Dengan kesepakatan itu, akan menjadi dasar dilakukannya proses revitalisasi pasar.

“Ada beberapa poin yang kita sepakati bersama. Namun yang utama adalah pedagang pasar dan Pemdes Mundu Pesisir melalui Bumdes sepakat untuk dilakukannya revitalisasi pasar. Ini mendesak karena kondisi pasar yang sudah mengalami kerusakan,” ujar Agus, Rabu (10/7).

Poin pertama yang tertuang dalam berita acara rapat bersama tersebut, di antaranya sesuai legal formal, Bumdes Nitis Karya adalah pengelola Pasar Desa Mundu Pesisir.

Poin selanjutnya, terkait pelaksanaan perbaikan atau revitalisasi pasar akan dilakukan secepatnya, setelah rapat bersama yang dilakukan Pedagang, Bumdes dan perwakilan masyarakat.

“Dalam musyawarah tersebut dibahas juga terkait harga kios dan lapak yang ada di Pasar Desa Mundu Pesisir. Total nanti ada 27 kios dan 25 lapak.

Untuk kios depan dihargai Rp80 juta perkios dan untuk kios samping dihargai Rp70 juta. Untuk lapak depan pasar dihargai Rp5 juta. Untuk kios diangsur selama 15 tahun, sementara untuk lapak diangsur selama 5 tahun,” imbuhnya.

Menurut Agus, untuk pembangunan, Bumdes Nitis Karya akan menggunakan skema pembiayaan menggunakan kas bumdes, uang muka sewa kios dan kredit perbankan.

“Harapan kita tidak ada kendala dan semuanya lancar dari mulai proses pembangunan hingga serah terima pasar. Ini penting karena pasar ini salah satu motor pembangunan yang menyumbang PAD cukup besar bagi desa,” ungkapnya. (dri)

 

Berita Terkait