Realisasi Investasi Rp121,8 Triliun, Jadi Target Nasional Pemdaprov Jabar

BEBERKAN PROGRAM: Kepala Group Advisory Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Pribadi Santoso dalam Japri #46 di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (14/10) lalu didampingi Kepala Bidang Pengendalian DPMPTSP Provinsi Jawa Barat, Diding Abidin.FOTO: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Pemprov Jabar

BANDUNG – Akselerasi di sektor investasi bisa menjadi senjata utama Jawa Barat dalam menghadapi ketidakstabilan ekonomi dunia yang ditandai dengan kejutan-kejutan tidak terdeteksi oleh para pengambil kebijakan. “Modal kita itu, fleksibilitas, sepanjang investasi Jawa Barat mampu menemukan lahan baru, membuat produk yang sesuai pasar.

Ini bisa menjadi hal positif yang diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat,” kata Kepala Group Advisory Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Pribadi Santoso dalam Japri #46 di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (14/10) lalu.

Menurutnya, Jawa Barat memiliki daya tarik yang kuat dalam sektor investasi. Banyak investor, baik dalam negeri maupun luar negeri, yang berminat menanam modal di Tanah Pasundan. Maka, tidak heran apabila Jawa Barat menempati posisi pertama di Indonesia.

“Minat investasi ke Jawa Barat cukup  tinggi. Jadi, kalau dari catatan kami, tahun kemarin, kenaikan nilai investasi di Jawa Barat paling besar dibandingkan sebelumnya. Dan, investasi ini berkelanjutan,” tuturnya.

Apalagi, lanjut dia, saat ini Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemdaprov Jabar) melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) berinovasi dengan memaksimalkan teknologi atau mengajukan permohonan izin secara online.

Nantinya, pemohon izin tidak perlu repot datang ke kantor DPMPTSP. Mereka bisa mengajukan izin secara online. Kemudian, pemohon dapat mengecek sudah sampai mana permohonan diproses, apa masih dalam perkembangan teknis atau sudah masuk proses penandatanganan.

“Proses perizinan ada OSS. Investor tinggal klik dan perizinan jadi. Ini bisa memudahkan investor masuk,” imbuhnya.

Jika investasi Jawa Barat terus mengalami peningkatan, lapangan kerja akan melimpah. Dengan begitu, penyerapan tenaga kerja tinggi dan pendapatan masyarakat meningkat. “Demikian pula dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan berbanding lurus,” bebernya.

Sementara, Kepala Bidang Pengendalian DPMPTSP Provinsi Jawa Barat, Diding Abidin mengatakan, selain iklim investasi yang baik, Jawa Barat juga mempunyai kelebihan berupama kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur yang akseptabel, sehingga menjadi destinasi menarik bagi banyak investor.

“Kalau kita lihat data, grafik menanjak investasi di Jawa Barat terlihat dari realisasi dana investasi yang diperoleh. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) pada Semester I Tahun 2019, jumlah investasi yang direalisasikan di 27 Kabupaten/Kota Jawa Barat sebesar Rp68,9 triliun,” katanya.

Kemudian, realisasi dana investasi tersebut meningkat Rp9,5 triliun dari tahun 2018 periode yang sama, yakni Rp58,1 triliun. Peningkatan itu berpengaruh pada penyerapan tenaga kerja yang meninggi. Jumlah penyerapan tenaga kerja dalam kurun yang sama mencapai 71.573 orang. “Tidak heran apabila Jawa Barat menyabet penghargaan Platinum Provinsi Besar kategori Investasi dalam Indonesia Attractiveness Award (IAI) 2019,” lanjut Diding.

Oleh karena itu, Diding optimistis target nasional realisasi investasi 2019, yakni Rp121,8 triliun, dapat terwujud. Terlebih, Pemdaprov Jabar akan menggelar West Java Investment Summit (WJIS) pada 18 Oktober 2019 di Trans Luxury, Kota Bandung. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempertemukan calon investor dengan pihak-pihak terkait.

“Dengan WJIS itu, kita undang calon investor dari dalam negeri dan luar negeri. Kita akan mempromosikan sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kepada investor agar bisa mendongkrak investasi,” pungkasnya. (jun)

 

Berita Terkait