Ratusan Ekor Bangkai Ayam Cemari Cimanis, Diduga Pencemaran dan Bau Busuk Berasal dari Hulu

BAU BUSUK: Ratusan bangkai ayam di Sungai Cimanis, Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang menyebabkan bau busuk yang mengganggu warga sekitar. Warga menduga, ayam-ayam tersebut dibuang dalam kondisi mati oleh peternakan ayam yang berada di wilayah hulu. FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
BAU BUSUK: Ratusan bangkai ayam di Sungai Cimanis, Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang menyebabkan bau busuk yang mengganggu warga sekitar. Warga menduga, ayam-ayam tersebut dibuang dalam kondisi mati oleh peternakan ayam yang berada di wilayah hulu.FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON – Dua hari terakhir warga Blok Cantilan Desa Sigong Kecamatan Lemahabang, dipusingkan dengan bau busuk yang berasal dari Sungai Cimanis. Bau tersebut, berasal dari ratusan ekor bangkai ayam yang tiba-tiba ada dan berserakan di badan sungai.

Bangkai-bangkai ayam tersebut, diduga berasal dari bagian hulu Sungai Cimanis dan terbawa saat arus air datang. Bangkai ayam tersebut kemudian tersangkut dan tertahan di badan sungai. Sehingga, saat debit air turun malah menimbulkan bau busuk yang mengganggu warga sekitar.

Salah seorang warga sekitar, Yatno kepada Radar Cirebon menuturkan, sudah dua hari terakhir warga di wilayahnya mencium aroma busuk dari Sungai Cimanis yang berada persis di belakang pemukiman warga. Setelah ditelusuri, ternyata bau busuk tersebut dari ratusan bangkai ayam.

 

“Ini bukan milik warga sini. Sekitar sini tak ada peternakan ayam. Ini kemungkinan ayamnya dibuang dari bagian hulu dan tersangkut di sini. Jumlahnya banyak ratusan,” ujarnya.

Kondisi tersebut, menurutnya, sangat mengganggu warga sekitar. Terlebih, banyak warga yang beraktivitas di sekitar sungai mencari air untuk lahan pertanian. Bahkan jika angin sedang berhembus dari sisi sungai ke pemukiman, maka bau busuk tersebut akan tercium hingga ke pemukiman.

“Warga ya jelas terganggu, pada tidak nyaman. Apalagi kalau anginnya datang dari arah sungai. Masalahnya, sekarang kan airnya sedikit. Bangkai-bangkainya cuma di situ aja gak ke mana-mana. Padahal banyak warga yang butuh air baku untuk lahan pertanian,” imbuhnya.

Ditambahkannya, warga khawatir jika bangkai-bangkai ayam tersebut bisa membawa penyakit atau hal lainnya yang mengakibatkan pada gangguan kesehatan.

Warga pun meminta dinas terkait untuk turun dan mencari penyebab siapa yang membuang bangkai-bangkai tersebut di sungai. “Ini harus dikasih sanksi dan teguran. Ini tidak bolah kami sebagai warga merasa dirugikan,” jelasnya.

Sementara itu, Kadinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni menuturkan, terkait ayam-ayam tersebut tentunya merupakan domain Dinas Pertanian sehingga pihaknya akan melihat terlebih dahulu apakah ada gangguan secara medis akibat keberadaan bangkai ayam tersbeut.

“Itu ranahnya Dinas Pertanian ya. Kalau kita ke kesehatannya saja. Makanya, nanti kita lihat seperti apa kondisi di lapangannya. Ini kan baru informasi awal yang nantinya akan kita telusuri,” ungkapnya. (dri)

Berita Terkait