Rapikan Kepengurusan, 40 DPC PKS Dilantik

DILANTIK: 40 DPC PKS se-Kabupaten Cirebon dilantik oleh ketua DPD PKS Kabupaten Cirebon Junaedi ST. FOTO: SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON

CIREBON – DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Cirebon mengaku belum bisa mengubah politik di tingkat daerah. Butuh kerja keras mengubah warna di bagian pemerintahan. Musyawarah Cabang (muscab) menjadi salah satu jembatan merajut itu semua.

Ketua DPD PKS Kabupaten Cirebon, Junaedi ST menyampaikan, meskipun tahun politik masih lama, seluruh kepengurusan DPC PKS yang masa baktinya sudah habis diganti. Kemarin (13/10), sebanyak 40 ketua dan pengurus DPC se-Kabupaten Cirebon yang baru dilantik.

Pelantikan itu dilakukan untuk merapikan kepengurusan agar target politik ke depan bisa dipersiapkan dengan lebih baik. “Meski momen politik masih jauh, paling tidak kalau sudah ditetapkan lebih awal bisa maksimal,” ujar Junaedi kepada Radar Cirebon, kemarin (13/10).

Dia mengaku, ingin mengubah warna di Kabupaten Cirebon yang selama ini di dominasi merah (PDIP) dan hijau (PKB). Setidaknya di tahun 2024 mendatang, Kabupaten Cirebon berubah menjadi putih (PKS) .

“Solidkan struktur partai, konsolidasi, rapatkan barisan untuk menyongsong lima tahun ke depan. Kita juga harus pandai untuk menyasar kaum milineal. Sebab, target kedepan pemilih akan didominasi oleh kaum milineal,” jelasnya.

Selama ini, sambung Junaedi, PKS disebut sebagai partai orang tua. Setidaknya dengan merubah mindset tersebut suara PKS diyakini bisa meningkat tajam. “Targetnya di pemilu 2024 nanti, adalah 10 kursi,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPW PKS Jawa Barat Ahmad Syaikhu mengatakan, tidak menutup kemungkinan pemilu 2024, PKS mampu merebut 10 kursi, jika hari ini sudah mulai bergerak untuk menanam benih.

Bahkan, di jawa barat sendiri PKS menargetkan menggeser atau mengalahkan PDIP Perjuangan dan Partai Gerindra. “Kita jaga ruh militansi yang kita miliki. Soliditas kita harus kokoh dan jangan tercerai berai,” pungkasnya. (sam)

 

Berita Terkait