Rampok Aksi 5 Menit, 560 Juta Raib

Bawa Senpi, Lumpuhkan Bos Beras di Desa Suci, Mundu

ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON TERLUKA: Wahyuni, anak bos beras asal Des Suci, Kecamatan Mundu, dilarikan ke rumah sakit karena dihajar kawanan perampok menggunakan linggis, Minggu (5/7). Andri Wiguna - Radar Cirebon
ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
TERLUKA: Wahyuni, anak bos beras asal Des Suci, Kecamatan Mundu, dilarikan ke rumah sakit karena dihajar kawanan perampok menggunakan linggis, Minggu (5/7).

CIREBON- Hati-hati. Jangan lengah. Kejahatan bisa saja menimpa Anda di bulan Ramadan ini. Seperti dialami H Pandi (60), bos beras asal Desa Suci, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Saat berbuka puasa, kemarin, dia malah kedatangan tamu tak diundang. Lima orang laki- laki. Ternyata pelaku perampokan. Uang tunai Rp560 juta pun raib.

Aksi ini super cepat. Hanya sekitar 5 menit. Warga yang berusaha memberikan pertolongan pun sudah tak bisa. Para pelaku keburu kabur. Para pelaku ini datang ke rumah Pandi sekitar pukul 18.00 dengan mengendarai mobil Avanza berkelir hitam nopol E 315 BD. Sang sopir tetap di dalam mobil, empat lainnya turun melancarkan aksi.

Dari empat pelaku yang beraksi, salah satunya langsung menodongkan senjata api (senpi) ke Pandi, sedangkan tiga lainnya mengancam istri Pandi, Tari. Para pelaku mengancam akan melukai keduanya jika tak menunjukan lokasi penyimpanan uang. Pandi pasrah. Apalagi dia  tak melihat karyawannya. Penjaga malam (keamanan) pun belum datang ke rumah yang juga dijadikan kantor dan gudang beras itu.

Para pelaku pun langsung beraksi dan mengacak-acak ruang kerja korban. Saat bersamaan, anak korban Yuyun (30) keluar dari kamar karena mendengar suara gaduh di luar kamar. Yuyun pun sontak menjerit tatkala melihat banyak orang asing di dalam kantor milik ayahnya tersebut.

Para pelaku yang tidak ingin aksinya dipergoki warga, langsung melumpuhkan Yuyun dengan cara dipukul menggunakan linggis. Korban pun ambruk dengan luka parah di kepala bagian belakang. Meliahat korbannya sudah tak berdaya, para pelaku melanjutkan aksinya mengacak-acak seisi rumah.

Akhirnya uang tunai milik korban yang sedianya digunakan untuk perputaran bisnis beras sebesar Rp560 juta digasak. Tidak hanya itu, sebuah tas warna coklat milik korban yang berisi BG, HP dan buku rekening turut diambil. Para pelaku pun kemudian tancap gas kabur ke arah jalan raya melewati perlintasan kereta api Desa Suci dan baru keluar ke jalur pantura.

Ketua BPD Desa Suci, Toto, mengatakan beberapa warga sudah menghalang-halangi para pelaku agar tidak kabur. Namun karena mobil pelaku begitu kencang, akhirnya usaha warga jadi sia-sia. “Pelakunya langsung kabur. Kayaknya korban sudah diincar, sehingga tahu kapan waktu rumah korban sepi. Kejadiannya cepat, tidak ada lima menit,” ujarnya.

Sementara Kapolres Cirebon Kota AKBP H Eko Sulistyo Basuki SIK SH MH yang turun ke lokasi kejadian langsung memimpin proses olah TKP dan menghimpun sejumlah keterangan dari korban dan saksi-saksi. Pelaku diduga sudah hafal betul jalan-jalan di Kota Cirebon. “Masih kita dalami, kita upayakan kasus ini terungkap secepatnya,” ungkapnya.

Pelaku Survei Sabtu, Tawarkan Beras Murah

Pelaku perampokan di rumah plus kantor milik Pandi rupanya sudah sangat profesional. Ini terlihat dari modus para pelaku yang sehari sebelumnya melakukan survei dengan menyamar sebagai penjual beras yang menawarkan beras kepada korban. Pada Sabtu itu dua pria ini mengendarai mobil Avanza nopol D 315 BD. Nopol mobil ini kemudian diubah pada aksi hari Minggu menjadi E 315 BD.

Pandi yang menjadi korban perampokan mengatakan pada hari Sabtu (4/7) ada dua orang pria ke rumahnya dan menawarkan beras murah. Sempat ngobrol, Pandi mengaku curiga dengan dua pria itu. Terlebih dua pria itu tidak mau bertukar nomor telepon dengan alasan HP tertinggal di rumah. “Bilangnya beras ada di Majalengka,” aku Pandi kepada penyidik.

Kemarin, ketika lima pelaku beraksi, bahkan terlihat mengenakan masker, tapi Pandi mengaku masih mengenali satu pelaku yang menawarkan beras padanya. “Kemarin datang ke saya nawarin beras, tapi dengan harga yang relatif murah dengan kualitas bagus,”ujar Pandi.

Sementara Sani, warga sekitar, juga mengatakan pada hari Sabtu (4/7) mobil yang datang bertamu ke rumah korban tersebut agak mencurigakan karena sebelumnya sempat bertanya ke bebrapa warga sekitar dan menanyakan rumah bos beras dan berdalih akan menjual beras.  “Katanya mau jual beras bagus dengan harga 7 ribu,” katanya. (dri)

Berita Terkait