Program OPOP Belum Menyentuh Pesantren di Pelosok

CIREBON – Berdasarkan hasil evaluasi kerja tahun 2019, program One Pesantren One Product (OPOP) yang digagas oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemdaprov Jabar) harus menyentuh pesantren di pelosok atau belum pernah tersentuh pembangunan. Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj Yuningsih MSi, saat dihubungi Radar Cirebon, kemarin (14/1).

“OPOP tahun lalu berjalan bagus, tapi hanya menyasar pesantren-pesantren besar dan sudah mandiri,” ucapnya.

Padahal, tujuan awal hadirnya OPOP adalah untuk membantu pesantren-pesantren yang masih membutuhkan uluran tangan pemerintah, agar kelak menjadi pesantren yang mandiri dan mempunyai daya saing, khususnya dalam hal ekonomi. “Kehadiran OPOP belum dirasakan oleh pesantren-pesantren yang notabene kecil dan punya potensi untuk berkembang,” kata politisi PKB ini.

Dia sangat berharap, pelaksanaan program OPOP tahun 2020 harus semakin massif. Terutama dalam merangkul pesantren-pesantren yang dikategorikan kecil, terpencil dan belum pernah tersentuh oleh program pemerintah. “Jika hal ini bisa dilakukan, pemerintah benar-benar hadir dalam membantu pesantren untuk mandiri sesuai dengan platform pemdaprov sekarang, yakni Juara Lahir Dan Batin,” pungkasnya. (jun)

 

Berita Terkait