Program English for Ulama Tahap II

SUBLING: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaksanakan Salat Subuh Berjamaah di Masjid Ponpes Al Basyariah 2 Jl Mahmud Cigondewah Hilir Bandung, kemarin (20/10).FOTO: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Pemprov Jabar

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil ingin santri-santri mempunyai life skill yang mumpuni. Seperti kemampuan dalam menguasai bahasa Inggris dan teknologi. “Lengkapi dengan skill tambahan agar santrinya kompetitif.

Misalnya bahasa Inggris dan pengetahuan tentang entrepreneur di era Revolusi Industri 4.0 ini,” katanya saat hadapan ratusan santri Pondok Pesantren Al Basyariyah 2 dalam agenda Subuh Berjamaah Keliling (Subling), kemarin (20/10).

Dia beralasan, Indonesia diprediksi akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ketiga di dunia pada tahun 2045. Adapun di tahun 2045 nanti atau 26 tahun dari sekarang, kondisi masyarakat Indonesia 70 persennya akan berada pada usia produktif. Untuk itu, Emil menitipkan kepada pondok pesantren (ponpes) agar memberikan skill tambahan kepada para santri yang saat ini mayoritas Generasi Z.

“Belajar agama harus, santri juga harus menguasai teknologi dan mengikuti perkembangan zaman,” ucapnya.

Emil juga memaparkan bahwa saat ini Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pempdaprov Jabar) mempunyai program English for Ulama tahap II hasil kerjasama dengan British Council, yang akan diadakan pada 2020.

“Kita sudah siapkan anggaran Rp15 miliar per tahun untuk melatih para ulama di Jabar berbahasa Inggris,” paparnya.

Tahun ini, jelas Emil, ada lima ulama yang telah lulus program English for Ulama tahap satu yang akan diberangkatkan pada 2 November mendatang ke sejumlah kota di Inggris untuk berdakwah dan menyiarkan Islam yang damai.

“Silahkan bagi santri atau ustad di sini daftar untuk program English for Ulama berikutnya. Nanti kita kirim untuk berdakwah Islam menggunakan Bahasa Inggris di negara lainnya,” pungkasnya. (jun)

Berita Terkait