Presiden Brazil Tuding Leonardo DiCaprio Biayai Bakar Amazon, Kok Bisa?

AMAZON
TERBAKAR: Gambar satelit NASA pada 13 Agustus 2019 lalu menunjukkan hutan Amazon Brasil terbakar. NASA via AP

SAO PAULO – Presiden Brasil Jair Bolsonaro menuding bintang film Hollywood, Leonardo DiCaprio membiayai pembakaran hutan Amazon yang kini telah menimbulkan keprihatinan Internasional. Meski demikian, tuduhan yang dilontarkan Bolsonaro ini tanpa bukti apa pun.

“Ini Leonardo DiCaprio pria yang keren, bukan? Memberi uang untuk Amazon dibakar,” kata Bolsonaro kepada pendukungnya, seperti dilansir Deadline.

Tuduhan Bolsonaro yang serupa juga dilakukan melalui akun facebooknya, pada Juma (29/11) kemarin. Ia menuding Leonardo DiCaprio melakukan kerja sama dengan LSM tertentu untuk pembiayai pembakaran hutan Amazon. “Leonardo DiCaprio, sial, Anda berkolaborasi dengan pembakaran Amazon,” kata Bolsonaro.

Pernyataan Bolsonaro ini diyakini terkait dengan penangkapan empat petugas pemadam kebakaran sukarela awal pekan ini yang dituduh membakar sebagian hutan. Mereka diduga sedang berupaya meningkatkan penggalangan dana untuk organisasi non-pemerintah internasional yang tidak disebutkan namanya, atau LSM, yang dikabarkan memiliki hubungan dengan DiCaprio.

Sementara itu, putra Bolsonaro, Eduardo, menuding di Twitter bahwa DiCaprio menyumbangkan $ 300.000 untuk “LSM yang membakar Amazon” dan menuduh kelompok konservasi WWF membayar LSM untuk foto-foto hutan terbakar.

WWF menolak serangan terhadap mitranya dan kebohongan yang melibatkan namanya. Termasuk serangkaian serangan media sosial yang diduga hoax, seperti pembelian foto yang terkait dengan sumbangan dari aktor Leonardo DiCaprio.

Untuk diketahui, bagi orang-orang Brazil, Presiden Jair Bolsonaro sering disebut sebagai “Trump of the Tropics. Ia kerap membuat pernyataan kontroversi.

Pada bulan Agustus, di tengah-tengah kemarahan dunia atas kebakaran Hutan Amazon, Bolsonaro menyalahkan “perang informasi yang terjadi di dunia melawan Brasil” dan memecat kepala lembaga penelitian luar angkasa pemerintah yang memantau deforestasi.

Bolsonaro menuduh presiden institut itu, Ricardo Galvão, memanipulasi data deforestasi untuk membuat pemerintahannya terlihat buruk. (dal/fin)

Berita Terkait