Polsek Gegesik Gagalkan Pengiriman Miras ke Arjawinangun

Anggota Polsek Gegesik menunjukkan sejumlah miras hasil sitaan dari KB.FOTO:CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

CIREBON-Polsek Gegesik berhasil menggagalkan pengiriman minuman keras (miras) dari Indramayu menuju Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Sedikitnya puluhan miras pabrikan dari berbagai jenis oleh petugas untuk dijadikan sebagai barang bukti.

Kapolsek Gegesik AKP Sayidi mengatakan, berawal dari adanya informasi masyarakat yang melihat pengendara motor mencurigakan di jalan raya Desa Jagapura Wetan, Kecamatan Gegesik. Menindaklanjuti laporan itu, polisi bergegas ke lokasi.

“Miras ini kita dapat hari Rabu (27/11). Awalnya anggota ini sedang patroli, diberitahu masyarakat ada orang yang mencurigakan di jalan raya Desa Jagapura Wetan. Petugas langsung ke lokasi untuk mengecek dan memeriksa orang yang mencurigakan tersebut,” kata kapolsek.

Benar saja, ternyata dari dalam karung yang bawa oleh  KB (32) ini ditemukan sejumlah miras. Langsung saja miras tersebut disita dan diangkut ke dalam mobil ranger Polsek Gegesik. Sedangkan, pria asal Desa Jayawinangun, Kecamatan Kedokan Bunder, Indramayu yang membawa miras tersebut digelandang ke Mapolsek Gegesik untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh polisi.

“Miras yang berhasil kita amankan berupa 24 botol anggur kolesom kecil,  12 botol anggur merah besar,  12 botol bir Bintang besar, dan 12 botol bir Guinnes besar. Sedangkan KB dibawa ke Mapolsek Gegesik untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Hasil dari pemeriksaan tersebut, KB mengaku barang tersebut akan didrop ke sejumlah toko di wilayah Arjawinangun. Dia juga mengaku hanya sebagai pengantar saja. Setelah melakukan pemeriksaan,  petugas juga melakukan pembinaan kepada KB agar tidak lagi menjual atau mengantarkan miras.

“Dari pengakuanya, barang tersebut dari Indramayu mau diantar ke toko yang ada di wilayah Arjawinangun. KB kita berikan pembinaan agar tidak menjual lagi, kemudian kita berikan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku yakni tindak pidana ringan (tipiring),” pungkasnya. (cep)

Berita Terkait