Polri Pastikan Situasi Wamena Aman

Libatkan Personel TNI untuk Jaga Keamanan

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra

JAKARTA-Polri memastikan situasi di Wamena, Papua saat ini telah aman dan kondusif. Polri juga menjamin akan selalu menjaga stabilitasnya, baik ekonomi, pendidikan, maupun aktifitas masyarakat di sana.

“Ya, kita pastikan Wamena sudah kondusif, dan beberapa hal juga menjadi atensi pimpinan untuk menjaga stabilitas. Dan secara keseluruhan normal baik sisi ekonomi, pendidikan dan aktifitas warga,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra, Senin (28/10).

Menurutnya, kondisi dan situasi ini telah ditegaskan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kapolri Komjen Pol Ari Dono. Asep menegaskan, Polri telah memberikan jaminan keamanan di wilayah Wamena dan sekitarnya. Khususnya, dalam rangka pemulihan situasi dan kondisi pasca insiden kerusuhan.

“Plt Kapolri nyatakan keamanan merupakan syarat keberlangsungan rehabilitasi dan pembangunan di Wamena, khususnya dan Papua pada umumnya,” kata Asep mengutip keterangan Plt Kapolri Ari Dono yang mendampingi presiden dan beberapa pejabat negara di Wamena, Senin (28/10).

Sementara itu, Plt Kapolri Komjen Pol Ari Dono menyatakan, jaminan keamanan tentu tak hanya dilakukan sendirian oleh Polri. Namun, tentu saja melibatkan unsur dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). Selain itu, dia pun mengajak masyarakat luas untuk tidak lagi berkonflik, dan tidak mudah terpancing isu dan provokasi.

“Mari bersama-sama menjaga situasi kamtibmas untuk tetap kondusif. Kalau pembangunan maju maka kesejahteraan masyarakat dapat segera terwujud,” kata Ari Dono melalui keterangan tertulis dari Div Humas Polri.

Dalam keterangan tertulis itu, Presiden Joko Widodo yang datang didampingi Ibu Negara termasuk beberapa pejabat tinggi negara, di antaranya Mendagri Tito Karnavian serta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga menekankan Indonesia adalah negara besar.

“Indonesia itu negara besar dengan jumlah penduduk yang banyak. Tentunya untuk mengelolanya dibutuhkan berbagai kearifan,” kata Presiden dalam kunjungan pertamanya pasca kembali terpilih dan dilantik di periode ke-2 ini.

Pihaknya pun menjanjikan pemulihan kondisi pasca kerusuhan akan dilakukan dengan cepat, antara lain memperbaiki sejumlah perkantoran yang rusak akibat rusuh. Presiden juga membahas beberapa hal lain, seperti pembangunan infrastruktur baru hingga rencana pemekaran wilayah khusus di Papua. “Mari keamanan kita jaga bersama agar ini jadi komitmen kita, kejadian ini (rusuh) jangan terulang lagi. Perlu peran kita semua untuk memulihkan kondisi ini,” ungkap Presiden.

Kunjungan kerja ini dilakukan dalam rangka meninjau situasi pasca kerusuhan pada 23 September 2019 lalu. Rombongan juga menerima ide dan masukan dari beberapa tokoh masyarakat setempat, termasuk dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jayawijaya. (mhf/gw/fin)

Berita Terkait