Polisi Temukan Celurit dan Parang, Korban Luka Bertambah Jadi 8 Orang

Polisi menemukan barang bukti celurit di sektiar lokasi terjadinya tawuran antardesa, Minggu (21/1). Foto: Cecep/radarcirebon.com

CIREBON – Kasus tawuran antardesa yang melibatkan Desa Sarabau Kecamatan Plered dengan Desa Babadan Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon, kini masih dalam penyelidikan polisi.

“Kita masih melakukan penyelidikan. Kita mendapatkan informasi ada berapa pihak yang menjadi korban akibat dari kejadian itu, di antaranya 4 orang warga Sarabau dan 4 lagi warga Desa Babadan,” kata Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota (Ciko), AKP Galih Wardani.

(Baca: Tawuran Antardesa Pecah di Cirebon, 7 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit)

Hingga saat ini, lanjut Galih, beberapa korban masih mengalami luka yang cukup parah dan dirawat di Rumah Sakit Mitra Plumbon, Rumah Sakit Pertamina Klayan, dan Rumah Sakit Pelabuhan. Sehingga, lanjut Galih, polisi masih belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap pemuda yang terlibat.

(Baca: Mencekam, Polisi Bersenjata Laras Panjang Jaga Lokasi Tawuran)

“Kita masih dalami mas dan kita belum melakukan pemeriksaan karena kondisi korban masih dalam perawatan medis dan tidak bisa diperiksa,” ujarnya.

(Baca:Sudah Tiga Kali Warga Desa Babadan dan Sarabau Tawuran, Inilah Pemicunya)

Sementara itu, berdasarkan pantauan radarcirebon.com di lapangan beberapa anggota polisi dari Polres Cirebon Kabupaten dan Kota melakukan olah TKP di perbatasan kedua desa tersebut.

Dari olah TKP itu, petugas kepolisian mengamankan beberapa barang bukti yaitu diantaranya parang, celurit, tongkat, batu dan beberapa alat lainnya yang digunakan untuk melakukan aksi tawuran. (cecep)

Berita Terkait