Polisi Selidiki Kasus Perusakan di PG Jatitujuh

Sejumlah kendaraan dirusak massa di area kebun tebu di perbatasan Majalengka-Indramayu. Tampak petugas dari Kodim 0616 Indramayu turun ke mengamankan lokasi, Selasa lalu (21/11).FOTO:IST

INDRAMAYU-Kepolisian Resor (Polres) Indramayu masih mendalami peristiwa penganiayaan petani tebu mitra Pabrik Gula (PG) Rajawali II Jatitujuh Kabupaten Majalengka oleh sekelompok orang tak dikenal. Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan dan barang bukti dari sejumlah saksi.

Kapolres Indramayu AKBP Suhermanto melalui Kapolsek Cikedung Iptu I Gusti Indrayana membenarkan adanya peristiwa penganiayan terhadap petani tebu mitra PG Rajawali II Jatitujuh.  Menurutnya, penganiayaan bahkan disertai dengan perusakan dan pembakaran sejumlah kendaraan milik petani tebu dan PG Rajawali II Jatitujuh.

“Iya memang benar ada kasus penganiayaan dan perusakan. Kejadian persisnya pada tanggal 21 November yang lalu,” terangnya melalui sambungan telepon, Jumat  (6/12).

Dijelaskannya, kejadian berawal saat sejumlah petani tebu mitra PG Rajawali II Jatitujuh yang berasal dari Kabupaten Majalengka, berniat untuk menggarap lahan untuk ditanami tebu. Tanpa diketahui penyebab pasti, sekelompok orang tak dikenal tiba-tiba mendatangi lokasi kejadian hingga terjadi aksi anarkis yang tidak terkendali.

“Sejumlah petani memang mengalami luka-luka. Sebanyak 6 sepeda motor dibakar, 1 sepeda motor dirusak, serta masing-masing 1 unit mobil Taft dan Ranger milik PG Rajawali II Jatitujuh juga dirusak,” jelasnya.

Hingga kini, polisi masih mendalami kasusnya dengan mengumpulkan keterangan dan barang bukti dari sejumlah saksi. Polsek Cikedung bahkan di-back up Polres Indramayu, agar peristiwa penganiayaan dan perusakan ini bisa segera dituntaskan. “Yang pasti kami masih dalami kasusnya. Doakan agar kami bisa mengungkap kasusnya dengan segera,” tandasnya. (kom/oni)

Berita Terkait