Polisi Gandeng KPAI untuk Trauma Healing Para Korban Sodomi

Pengamanan Nataru
Kapolresta Cirebon AKBP Syahduddi didampingi Kasat Reskrim AKP Anton di Mapolresta Cirebon.FOTO: DEDI HARYADI/RADARCIREBON.COM

CIREBON-Kasus sodomi bikin para korban trauma. Karena itu, penyidik akan menggandeng Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk melakukan pendampingan dan trauma healing pada para korban.

“Penting kita gandeng KPAI agar ada trauma healing. Selain itu, kami gandeng juga Dinsos Kabupaten Cirebon,” terang Kapolresta Cirebon AKBP Syahduddi saat jumpa pers di Mapolresta Cirebon di Sumber.

Tim KPAI Pusat, kata kapolresta, akan datang ke lokasi tempat tinggal para korban pada Januari 2020 nanti. “Dengan kegiatan pedampingan tersebut, kita harap bisa menghilangkan rasa trauma, cemas, rasa takut, dan rasa bersalah dari para korban ini. Harapannya tentu agar mereka dapat melakukan kegiatan seperti biasa,” jelasnya.

Kapolresta mengatakan penting ada upaya trauma healing karena ada korban yang terindikasi mulai mengikuti cara-cara yang diajarkan. “Seperti berbicara yang tidak pantas dan sudah memahaminya. Padahal masih berumur 4 tahun, di mana seharusnya tidak mengetahui bahasa yang tak pantas itu. Makanya perlu pendampingan itu,” pungkas Syahduddi. (cep)

Berita Terkait