Polisi Dalami Kasus Dugaan Cabuli Istri Orang

Ilustrasi

CIREBON-Kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang kakek penjual pupuk kepada konsumennya di Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, masih didalami Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Cirebon Kabupaten. Meski pria berinisial SM (65) sempat diamankan polisi, tapi belum bisa ditetapkan sebagai tersangka.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan Sat Reskrim Polres Cirebon. Masih didalami apakah masuk dan terpenuhi dalam unsur pidana atau bukan. Status dia (SM) belum tersangka dan masih dilakukan pendalaman keterangan. Masih perlu pengumpulan bahan keterangan dan alat bukti lainnya. Bahkan harus nunggu untuk gelar perkara dulu,” terang Kapolres Cirebon Kabupaten AKBP Suhermanto yang disampaikan Kasubag Humas Iptu Muhyidin, kemarin (1/11).

Disinggung soal saksi yang sudah diperiksa dan hasil dari visum korban, lagi-lagi Muhyidin menyampaikan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap proses penyelidikan pihaknya. “Kalau yang sudah diperiksa masih sebagai calon saksi. Mereka yang sudah diperiksa itu adalah pelapor yang juga suami dari wanita yang mengaku sebagai korban, korban sendiri, dan pria berinisial SM itu,” tandas Muhyidin.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa pelecehan seksual yang menimpa perempuan beranak satu DN (25) terjadi di gudang pupuk milik SM yang berlokasi di salah satu desa di Kecamatan Dukupuntang. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (29/10) sekitar pukul 08.00 WIB. Bermula saat DN hendak beli pupuk kepada terduga pelaku. Sampai di toko, DN disuruh oleh istri SM untuk mengambil pupuk di gudang.

“Katanya, saat mau beli pupuk, disuruh istri SM itu untuk ambil ke gudang. Nah, di situ (gudang) gak ada orang. Di situ SM tiba-tiba datang dan melecehkan korban,” kata MU, paman korban saat ditemui Radar Cirebon di Mapolres Cirebon Kabupaten, Selasa lalu (29/10).

MU mengaku pihaknya tak tahu jelas perbuatan terduga pelaku pada DN. Namun, atas kejadian itu, DN mencoba melawan dan melarikan diri keluar gudang. DN juga sempat minta tolong pada istri SM. “Namun bukannya ditolong malah mendapatkan omelan. Saya tahunya saat DN lewat depan rumah, dia nangis terus. Awalnya saya sangka masalah keluarga. Pas sampai rumah ada cerita kejadian seperti itu (dugaan pencabulan). Jadi saya ke lokasi temani DN dan lalu ke puskesmas untuk periksa,” ujar MU.

Cerita senada dikatakan ipar DN berinisial SB. Ia mengaku  pihaknya yang hari itu sedang bekerja mendadak dapat telepon dari adiknya. Sang adik menceritakan kalau istrinya dicabuli SM. Mendapat cerita itu, SB geram dan menyarankan untuk melapor ke polisi. “Adik saya cerita kejadian yang dialami oleh istrinya. Ya saya sarankan untuk laporan ke polisi saja. Kita laporan ke Polsek Dukupuntang. Tapi, saat itu juga langsung disuruh ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cirebon,” katanya.

SB juga menjelaskan pihaknya dengan DN sudah sempat ke puskesmas terdekat untuk visum. Namun, kendala di peralatan yang tidak lengkap, sehingga visum dilakukan di RSD Gunungjati. Visum itu untuk melengkapi bahan penyelidikan. “Korban akhirnya visum di RSD Gunungjati. Kasihan, korban masih trauma dengan kejadian itu. Sampai dua kali pingsan. Usai kejadian, kancing bajunya rusak dan seperti ada bekas cekikan di leher,” pungkas SB. (cep)

Berita Terkait