Plafon Ruang Kelas SDN 1 Sarajaya Rusak Berat

RUSAK PARAH: Kepala SDN 1 Sarajaya memperlihatkan kondisi kelas yang plafonnya rusak berat.FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON – Kondisil ruang kelas di SDN 1 Sarajaya, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, memprihatinkan. Plafon ruang kelas rusak berat. Dikhawatirkan, jika tidak segera diperbaiki, akan menelan korban di masa-masa mendatang.

Kepala SDN 1 Sarajaya, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Dedi Junaedi mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu langkah-langkah cepat dari pemerintah untuk perbaikan ruang belajar siswa.

“Kami tidak tahu harus bilang apa lagi terkait kondisi sekolah kami. Sudah kerap kali kami mengajukan permohonan kepada pihak terkait agar segera dilakukan perbaikan sarana prasarana. Namun sampai sekarang permintaan kami tidak didengar,” ungkapnya, kemarin (4/12).

Bahkan dirinya memperlihatkan kondisi ruang belajar siswa yang rusak dengan harapan pihak berwenang memperhatikan nasib dan keselamatan siswa didik dalam menuntut Ilmu. Jangan sampai ribut setelah timbul musibah dan kecelakaan.

Bahkan belum lama ini, pihaknya juga diminta oleh salah seorang anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi Golongan Karya, untuk melakukan pemotretan terhadap ruang kelas yang rusak. “Permintaan dari anggota DPRD sudah kami laksanakan. Foto dan datanya sudah kami serahkan. Semoga dengan adanya kepedulian dari anggota dewan tersebut, perbaikan sarana belajar siswa segera terealisasi,” harap Dedi.

Terpisah, anggota DPRD Kabupaten Cirebon Fraksi Golkar, Diah Irwani Indriyanti memaparkan, pihaknya sudah mendapat informasi dan laporan terkait kondisi salah satu ruang kelas di SDN 1 Sarajaya, Kecamatan Lemahabang dari kepala sekolah setempat. Menyikapi persoalan tersebut, sudah selayaknya bupati, Bapeda dan Disdik responsif dengan kondisi itu. Sebagai wakil rakyat, dirinya akan berupaya mendorong agar pihak berwenang segera melakukan penanganan kondisi sarpras sekolah yang rusak sebelum ada korban. “Tentu kita akan mem-push kondisi ini ke Disdik,” ungkapnya. (dri)

 

Berita Terkait