Petani Kapetakan Gropyokan Basmi Tikus

Petani dan masyarakat Kapetakan bergotong royong memberantas hama tikus. FOTO:NUR VIA PAHLAWANITA/RADAR CIREBON
Petani dan masyarakat Kapetakan bergotong royong memberantas hama tikus.FOTO:NUR VIA PAHLAWANITA/RADAR CIREBON

CIREBON-Kesal dengan hama tikus yang menggerogoti tanaman padi dimusim tanam 1, puluhan petani di Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, gropyokan gerakan serbu tikus (Gerbu). Camat Kapetakan Kabupaten Cirebon Carsono mengatakan, hingga saat ini tikus masih menjadi momok menakutkan bagi para petani diawal memasuki musim tanam 2019 ini.

“Ini wujud kekompakan kami. Agar hasil tanam dan panen padi di musim tanam 1 ini bagus dan melimpah. Musim tanam 1 yang ditandai dengan musim hujan menyebabkan hama padi banyak seperti halnya tikus,” katanya.

Selain itu, kata dia, tikus adalah hama alami yang keberadaannya mengganggu proses pertumbuhan padi. Melihat kondisi demikian, para petani di sejumlah desa di Kecamatan Kapetakan beramai-ramai membasmi hama tersebut dengan metode gropyokan.

Gropyokan ini bertujuan untuk menekan hama tikus yang biasanya menganggu bibit padi yang tengah disemai. “Kita lakukan Gerbu tikus. Tikus-tikus ini akan memakan bibit padi, sehingga bibit yang seharusnya tumbuh menjadi wini, menjadi tidak bisa tumbuh dan petani mengalami kerugian, karena harus menyemai bibit padi kembali. Makanya keberadaan mereka (tikus) harus kita tekan, kita basmi,” jelas pria yang akrab disapa Acong ini.

Dikatakan, kegiatan gropyok gerbu hama tikus ini, selain menekan perkembangbiakan tikus sawah juga sebagai antisipasi serangan hama tikus menjelang masa tanam dan panen. Sebab, jika tidak ditekan perkembangbiakannya, dalam waktu 3 atau 4 bulan mendatang, tikus betina akan beranak pinak.

“Ya sebelum tanam, hama-hama yang berpotensi merusak tanaman haruslah ditekan, sehingga hasil panen nanti tetap produktif dan memuaskan petani dan memberikan keuntungan,” katanya.

Sementara itu, petani asal Desa Dukuh Kecamatan Kapetakan, Syamsudin mengatakan, gropoyokan harus dilakukan saat musim tanam dan harus secara serempak, agar tidak ada tikus yang pindah ke tempat lain untuk membuat lubang baru guna berkembang biak. “Nah ini kan sedang memasuki musim tanam, makanya agar tidak berkembang biyak gerbu tikus dilakukan sekarang,” ujarnya. (via)

Berita Terkait