Petani Cabai Berharap Hujan Cepat Turun

Petani-Cabai
MENANTI HUJAN: Para petani cabai merah di Desa Majasari Kecamatan Ligung berharap segera turun hujan. Foto: Ono Cahyono/Radar Majalengka

MAJALENGKA – Puluhan petani cabai merah yang berada di wilayah Kecamatan Ligung, Jatitujuh dan Kecamatan Kertajati berharap hujan segera turun. Pasalnya tananan cabai merah yang baru saja mereka tanam mulai layu. Hal ini karena hujan di wilayah tersebut belum juga turun, sehingga banyak tanaman cabai merah tersebut layu.

“Sudah menjadi kebiasaan para petani cabai merah di wilayah utara, kami mulai menanam cabai merah di awal bulan November di setiap tahunnya. Berharap di Januari nanti cabai marah dapat dipanen dengan harga yang tinggi,” kata Kartono, Kamis (14/11).

Petani asal Desa Majasari Kecamatan Ligung ini mengaku, para petani menanam cabai merah di bulan November karena diprediksi sudah mulai turun hujan. Sehingga para petani lebih awal menanam cabai merah.

Untuk menyirami tanaman cabai merah yang sudah terlanjur ditanam, dirinya bersama petani lain membuat sumur pantek. Sehingga walau hujan sampai saat ini belum juga turun tanaman cabainya masih bisa terselamatkan.

“Kalau masih pagi tanaman cabai ini nampak terlihat segar. Namun menjelang siang sekitar jam 10-an, kondisi tanaman cabai yang baru berumur sepuluh hari ini layu,” tutur Kartono.

Hal serupa dikatakan petani cabai merah lainnya. Dia (54) mengatakan bahwa menanam cabai merah tahun ini sangat menguras tenaga dan koceknya. Pasalnya setiap pagi dan sore hari, mereka harus membayar orang untuk menyirami cabai. Kalau tidak menggunakan tenaga kerja maka penyiramannya tidak akan rampung setiap harinya.

Setiap hari dirinya harus mengeluarkan biaya untuk membayar dua orang tenaga kerja sebagai jasa penyiraman tanaman cabai. Dia rela mengeluarkan biaya tambahan, yang penting tanaman cabainya terselamatkan. Dan, berharap di musim panen nanti mendapatkan harga jual yang tinggi. (ono)

Berita Terkait