Peserta BPJS Kesehatan PBI yang Dihapus Diminta Tenang, Karena Ini

ILUSTRASI-BPJS-Kesehatan.
ILUSTRASI-BPJS Kesehatan.

KUNINGAN – Penghapusan sekian banyak warga miskin peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) ternyata merupakan salah satu upaya pemerintah dalam rangka pemutakhiran data. Sehingga masyarakat diminta untuk tenang dan bersabar.

Asda II Setda Kuningan Dadang Supardan yang merangkap jabatan sebagai Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan mengatakan, saat ini sedang dilakukan pendataan ulang daftar warga penerima bantuan tersebut. Hal ini, kata Dadang, untuk menyisir data warga penerima yang sudah mampu, meninggal atau memiliki data ganda.

“Saat ini sedang dilakukan pendataan ulang warga miskin yang berhak menerima bantuan BPI program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk kemudian dimusyawarahkan di tingkat desa. Termasuk mereka yang saat ini masih mendapat bantuan, akan dilakukan koreksi data jika ternyata kondisinya sudah mapan atau ternyata sudah meninggal dan ditemukan data ganda, maka akan dilakukan pencoretan untuk diganti dengan yang lebih membutuhkan. Oleh karena itu masyarakat diharapkan untuk bersabar,” ungkap Dadang kepada Radar, kemarin.

Dadang mengatakan, kegiatan pemutakhiran data penerima bantuan PBI program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tersebut mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) berisi daftar masyarakat miskin hasil verifikasi dan validasi Kemensos. Dengan demikian, kata Dadang, penyaluran bantuan PBI JKN tersebut benar-benar tepat sasaran.

“Pemutakhiran data ini sekaligus untuk program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan lainnya. Tujuannya agar penyaluran dana bantuan tersebut tidak lagi ada istilah salah sasaran, karena sudah melalui tahap verifikasi dan validasi serta mendapat persetujuan dari pemerintah desa,” ungkap Dadang.

Terkait berapa banyak warga miskin Kuningan yang dicoret dari daftar PBI BPJS Kesehtan, Dadang mengaku lupa. Namun demikian, dia berharap, kondisi ini tidak ditanggapi terlalu berlebihan karena untuk perbaikan dan ketertiban penyalurannya agar lebih tepat sasaran.

“Mohon bersabar. Mudah-mudahan proses pemutakhiran data bisa cepat rampung dan awal tahun 2020 nanti sudah masuk daftar penerima bantuan lagi. Bahkan informasinya pemutakhiran data ini akan dilakukan secara berkala setiap enam bulan sekali, untuk jaga-jaga apabila ada yang sudah meninggal atau kehidupan ekonominya meningkat, kemudian bisa digantikan kepada warga miskin lain yang lebih membutuhkan,” pungkas Dadang. (fik)

Berita Terkait