Persentasi PAD 2020 Kabupaten Cirebon Alami Penurunan

Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Cirebon Ahmad Fawaz
Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Cirebon Ahmad Fawaz

CIREBON-Fraksi PKS DPRD Kabupaten Cirebon pesimis kebijakan Pemerintah Kabupaten Cirebon di dalam RAPBD 2020 bisa terwujud. Sebab, alokasi anggaran yang diberikan lebih rendah dibandingkan tahun 2019.  Bahkan, persentasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2020 lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua Fraksi PKS Ahmad Fawaz mengaku, muncul rasa pesimisme setelah mempelajari nota hantaran RAPBD 2020 serta dokumen pendukung lainnya yang telah diberikan.   “Sisi pesimisme dan kabar kurang baik didalam RAPBD 2020 sebesar Rp3,4 triliun lebih. Nilai tersebut naik 3,65 persen dari tahyn 2020. Tapi persentasi kenaikan ini lebih kecil dibandingkan anggaran tahun 2018 ebesar 5,8 persen,” ujar Fawaz, kepada Radar Cirebon, Selasa (3/9).

Selain itu, kata Fawaz, target PAD tahun 2020 sebesar Rp655 miliar hanya mengalami kenaikan 9,7 persen dari tahun sebelumnya. Tapi, persentasinya menurun drastis. Sebab, tahun 2018 lalu persentasinya sangat fantastis yakni 19 persen. “Sebetulnya apakah asumsi yang menyebabkan penurunan pesentase PAD dibanding tahun sebelumnya. Dan berapa asumsi pertumbuhan ekonomi dan inflasi dari tahun sebelumnya,” jelasnya.

Hal ini menunjukkan rasa pesimisme atau menurunnya kinerja kinerja Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda). Padahal, tren pendapatan semakin positif seiring konsidusifnya suhu politik tanah air dan mulai ramainya bandara kertajati.

Dia manambahkan, didalam RAPBD 2020 juga di bidang ekonomi, lingkungan hidup, perumahan dan pemukiman, serta perlindungan sosial dan ketertiban umum lebih rendah dibanding tahun 2019. Sementara misi bupati di dalam RPJMD meningkatkan perenonimian yang kuat dan lingkungan yang leatari. “Tapi sepertinya misi itu belum terwujud dalam kebijakan anggaran tahun 2020 ini,” pungkasnya. (den)

Berita Terkait