Peringati HSN dan Maulid Nabi, Ansor Majalengka Santuni Santri dan Anak Yatim

ansor-majalengka-berbagi
SANTUNAN: Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Majalengka, Ahmad Cece Ashfiyadi memberikan santunan bagi santri dan anak yatim di Kecamatan Sindangwangi, Minggu (3/11). FOTO: ANWAR BAEHAQI/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Majalengka terus meneguhkan komitmennya dalam mengembangkan pondok pesantren. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya pemberian santuan bagi santri dan anak yatim dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) dan  Maulid  Nabi Muhammad SAW di Pondok Peantren Sabilul Mardiyah, Kecamatan Sindangwangi, Minggu (3/11).

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Majalengka, Ahmad Cece Ashfiyadi mengatakan Ansor sebagai organisasi kepemudaan yang berlatar belakang santri akan tetap konsisten memperjuangkan dan peduli terhadap kemajuan dunia pondok pesantren khususnya santri.

“Ansor ini kumpulan para pemuda yang punya basic santri. Sudah jelas sejauh apapun melangkah pasti akan kembali kepada dunia pondok pesantren dan akan terus peduli terhadap para santri,” ungkapnya usai menyerahkan santunan.

Ia mengungkapkan santunan yang diberikan memang tidak seberapa jika dilihat dari segin ilai. Namun ia berharap santunan ini bisa menjadi stimulus bagi santri untuk terus semangat belajar dan meningkatkan kualitas diri.

“Kalau dilihat nilainya memang santunan ini tidak seberapa besar. Tapi minimalnya ini merupakan satu penyemangat bagi santri bahwa di depan mereka banyak yang memperhatian dan membutuhkan perannya. Sehingga santri harus semangat dalam belajar,”  pungkasnya.

Kang Cece biasa ia disapa mengharapkan dengan lahirnya Undang-Undang Pondok Pesantren, pemerintah bisa lebih memperhatikan dan memajukan dunia pondok pesantren. Ada keseriusan pemerintah baik dari segi anggaran ataupun kebijakan lainnya. Termasuk di tingkat daerah, salah satunya lewat pembuatan Perda Pondok Pesantren.

“Kami berharap munculnya Undang-Undang Pondok Pesantren dapat ditindaklanjuti oleh Pemkab Majalengka melalui Perda Pondok Pesantren agar visi misi religiusnya cepat tercapai dan dunia pondok pesantren akan lebih maju lagi,” pungkasnya. (bae)

Berita Terkait