Perbakin Kabupaten Cirebon, Kirim 14 Petembak ke Kejurda

DALAM PEMULIHAN: Dewi Laila Mubarokah, salah satu andalan Perbakin Kabupaten Cirebon berlatih di GOR Ranggajati, Sumber, Kabupaten Cirebon sebelum operasi paha kananya. TATANG RUSMANTA/RADAR CIREBON
DALAM PEMULIHAN: Dewi Laila Mubarokah, salah satu andalan Perbakin Kabupaten Cirebon berlatih di GOR Ranggajati, Sumber, Kabupaten Cirebon sebelum operasi paha kananya. TATANG RUSMANTA/RADAR CIREBON

CIREBON – Perbakin Kabupaten Cirebon memikul ekspektasi tinggi KONI di Porda Jabar XIII/2018 mendatang. Gelar juara umum Porda Jabar XII/2014 tiga tahun lalu jadi target untuk dipertahankan dalam pesta olahraga tingkat provinsi yang akan dihelat di Kabupaten Bogor, tahun depan.

Induk organisasi olahraga menembak itu terus berupaya mempersiapkan atlet-atlet terbaiknya. Menuju Porda 2018, Perbakin mempersiapkan petembak lebih banyak dari sebelumnya. Sejauh ini, sudah ada 16 petembak yang diproyeksikan menuju multievent empat tahunan tersebut.

Sebanyak 14 petembak di antaranya diterjunkan di Kejuaraan Daerah (Kejurda) Menembak Jawa Barat yang dimulai hari ini di Lapangan Tembak KONI Jawa Barat, Cisangkan, Kota Cimahi. Dua petembak absen di kejuaraan resmi Pengprov Perbakin Jawa Barat tersebut. Mereka adalah Erik Angga dan Nina Agustina.

“Erik sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sementara Nina sedang menjalani ujian masuk Korps Wanita TNI AD (Kowad),” terang Ketua Harian Perbakin Kabupaten Cirebon, AKP H Ali Mashar SH.

Sementara itu, dalam skuad yang dikirim ke Cimahi, masih ada para petembak alumni Porda 2014. Antara lain, Zaetun dan Yousie Martianingsih (air pistol women senior), Naura Amalia (air pistol women youth). Ali Mashar sendiri akan turun mendampingi Sholeh dan Ahmad Yanto di kelas air pistol men senior.

Peraih emas PON XIX/2016, Dewi Laila Mubarokah pun ikut dalam tim. Padahal, sepekan sebelumnya, Dewi baru menjalani operasi ringan di paha kanannya. Saat ini masih dalam pemulihan. Pasca operasi petembak air rifle match women yang baru beranjak dari kelas junior ke senior itu pun belum berlatih. Tapi, dia merasa sayang jika harus melewatkan kejurda.

Insya Allah sudah baikan. Terakhir latihan itu ya sebelum operasi. Sekarang belum latihan lagi. Tapi saya akan coba di Cisangkan, mudah-mudahan bisa dapat hasil maksimal,” tutur Dewi saat dihubungi Radar Cirebon.

Bagi Perbakin, kejurda merupakan ajang penting untuk mengevaluasi hasil program latihan yang telah dijalani para atlet. Karena itu, hampir seluruh petembak diterjunkan, kecuali dua yang berhalangan.

“Setiap petembak diharapkan bisa masuk peringkat tiga besar. Syukur bisa meraih emas. Penampilan mereka kali ini akan jadi acuan sebelum Porda 2018,” beber Ali.

Sementara itu, Perbakin Jawa Barat tidak akan melaksanakan Babak Kualifikasi (BK) Porda. Seleksi petembak diserahkan pada Pengcab Perbakin masing-masing kota/kabupaten di Jawa Barat. Namun demikian, bukan berarti setiap pengcab bebas mengirimkan petembak ke porda.

“Kami sepakat tidak ada BK. Setiap pengcab disilakan menyeleksi atlet-atlet terbaiknya. Nanti ada limit poin untuk ke porda. Bisa ditentukan setelah kejurda,” ujar Ketua Bidang Target Perbakin Jabar, Zaenal Saleh. (ttr)

Berita Terkait