Perangi Hoax, Wartawan Harus Memiliki Kompetensi

MAJALENGKA- Bupati Majalengka DR H Karna Sobahi MMPd menyatakan media massa merupakan pilar yang strategis dalam membangun demokrasi. Karena itu, ia sangat mendukung diselenggarakannya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi para jurnalis di wilayah Majalengka. Hal itu disampaikannya saat membuka Focus Group Discussion (FGD) dan UKW Angkatan I pada Jumat (13/12).

Ditegaskan Karna pers memiliki kebebasan, tapi kebebasan yang bertanggung jawab. Ia mengharapkan pers bisa menjadi kontrol sosial dalam pelaksanaan pembangunan. Mantan Wabup dua periode ini mengajak pers untuk memerangi hoax.

“Mari kita perangi hoax dan harus kita luruskan karena berita itu lebih tajam dari pisau,” pinta Karna.

Ia menyatakan wartawan harus bisa memberitakan informasi yang aktual dan bisa mendorong pemberdayaan masyarakat. “Jangan biarkan masyarakat apatis, pers harus bisa mendorong masyarakat dinamis,” harapnya.

Bupati beryukur APBD Kabupaten Majalengka tahun 2020 mencapai Rp3,7 triliun. Untuk itu, ia pun mengajak para jurnalis untuk bersama-sama membangun Kabupaten Majalengka. “Membangun fisik itu gampang yang sulit itu membangun karakter dan kultur,” ujarnya.

Wakil Ketua PWI Provinsi Jawa Barat, Tantan Sultan menyatakan pelaksanaan UKW kali ini merupakan ke-33, setelah di Subang dan akan digelar di Purwakata. Disebutkan Tantan dari jumlah anggota PWI se-Jabar, 65 persennya telah luluis UKW.

Kepala Bagian Protokoler Setda Majalengka Hj Neni Sofia Iriani SSos menambahkan, UKW sendiri digelar agar insan pers semakin profesional dan kompeten dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

Ketua PWI Kabupaten Majalengka, Jejep Falahul Alam mengatakan sebanyak 30 peserta mengikuti UKW angkatan I. Jejep mengakui baru kali ini Pemkab Majalengka mendanai dan memfasilitasi UKW. “Baru Pemkab Majalengka di Jabar yang memfasilitasi pelaksanaan UKW,” pungkasnya. (ara)

 

Berita Terkait