Penyerapan Anggaran Rendah karena Proyek Fisik Belum Rampung

ilustrasi

CIREBON-Triwulan keempat penyerapan anggaraan masih dikisaran 60 persen lebih. Namun, rendahnya tingkat penyerapan bukan dikarenakan program yang tidak berjalan. Melainkan aspek administratif dan keuangan.

Eks Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Syaroni ATD MT mengatakan, proyek-proyek besar hingga sekarang masih berlangsung dan belum bisa dibayarkan sebelum proses pengerjaannya rampung. Ini membuat persentase penyerapan anggaran terlihat rendah.

“Banyak proyek yang dilelangkan khususnya proyek fisik, rata-rata di atas bulan Juli dan Agustus,” kata Syaroni yang terpilih menjadi kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) melalui open bidding.

Dipaparkan Syaroni, dengan kecenderungan lelang di Bulan Juli atau Agustus, pemenang baru didapatkan sebulan kemudian. Imbasnya pengerjaan proyek berpacu dengan waktu. Padahal, idealnya lelang sudah dilakukan di triwulan kedua,  sehinga proyek fisik khususnya tidak terburu-buru pengerjaannya.

Proyek besar yang dimaksud Syaroni, seperti Alun-alun Kejaksan, pembangunan IGD RSD Gunung Jati, pembangunan Gedung Disdukcapil dan lainnya. Poryek tersebut dikerjakan oleh kontraktor tanpa pemkot harus mengeluarkan anggaran sepeserpun. Baru setelah pekerjaan selesai dilakukan pembayaran.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Cirebon Drs H Agus Mulyadi MSi mengamini pernyataan Syaroni. Masih kecilnya angka penyerapan masalahnya ada di proses pelelangan yang molor.

Menurut dia, minimnya penyerapan harusnya menjadi evaluasi khususnya asisten pembangunan sebagai tim evaluasi penyerapan anggaran. “Masalah serapan anggaran rendah karena kendala lelang,  terutama konstruksi dan konsultan perencana,” katanya. (abd)

Berita Terkait