Penyebab Sungai Tercemar Masih Misterius, Warga Yakin Bersumber dari Limbah Pabrik

Warga membersihkan sampah yang tersangkut di saluran air RW 03 Karang Dawa Barat, Kelurahan Pegambiran. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
Warga membersihkan sampah yang tersangkut di saluran air RW 03 Karang Dawa Barat, Kelurahan Pegambiran. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON–Bau menyengat yang bersumber dari saluran air di RW 03 Kampung Karang Dawa Barat, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemanhwungkuk, sumbernya masih misterius. Hingga kini, ketua RW setempat belum menemukan penyebab. Tapi warga yakin, ada pabrik yang buang limbah ke saluran tersebut.

“Sampai sekarang sih warga belum ada lagi yang mengeluh atau melapor. Masih kita telusuri apa yang membuat bau dan penyebabnya belum diketahui pasti karena faktor apa,” kata Ketua RW 03, Ade Subarna, kepada Radar Cirebon.

Ade enggan menyebut bahwa penyebab pencemaran adalah karena limbah pabrik. Karena ia merasa tidak mengetahui pasti dan belum menemukan bukti yang kuat. Sementara salah seorang warga, Titi, meyakini bahwa bau bersumber dari pembuangan limbah di pabrik. “Sudah tidak seberapa sekarang mah baunya. Cuma kemarin sekitar tiga atau empat harian lalu, baunya parah,” tukasnya.

Sebelumnya, Warga RW 03 Kampung Karang Dawa Barat, dibuat tidak nyaman. Pasalnya, saluran air yang bersumber dari sungai setempat, menimbulkan bau asam layaknya tuak. Kondisi tercemarnya saluran air sudah berlangsung sekitar empat hari. Terhitung sejak Jumat (9/8).

Warga setempat merasa resah. Terutama mereka yang tinggal di RT 09, 06, dan RT 07. Mereka menduga, bau berasal dari pembuangan limbah perusahaan di sekitarnya. “Baunya asem kaya tuak. Saya biasanya langsung protes ke perusahaannya karena jengkel. Pasti itu dari limbah pabrik,” kata salah seorang warga RT 09, Udin (56).

Sementara itu, Ade Subarna mengaku telah mengetahui kondisi tersebut. Ia pertama mendengar dari aduan warga yang mengeluh akan bau yang bersumber dari selokan atau sungai di dekat mereka tinggal.

Namun Ade tidak berprasangka buruk bahwa bau tersebut berasal dari pembuangan limbah pabrik. Ia lebih memprediksi, bau disebabkan karena musim kemarau. Sehingga air sungai menjadi surut dan mengering lalu kemudian menimbulkan bau. (ade)

Berita Terkait