Pengusaha Air di Kuningan Diminta Bantu Daerah Kekeringan

Wakil Bupati Kuningan M Ridho Suganda

KUNINGAN-Para pemilik usaha penyedia air baku yang ada di daerah lereng Gunung Ciremai diminta turut serta membantu pemerintah menangani bencana kekeringan. Pasalnya, hingga saat ini sudah ada 15 desa di tujuh kecamatan yang terdampak kemarau dan kekeringan. Caranya dengan mengirimkan minimal satu tangki per hari untuk desa krisis air bersih.

“Saya melihat banyak tangki air antre di depot dan berlalu lalang membawa air dari Kabupaten Kuningan ke luar daerah. Alangkah baiknya kalau satu tangki di antara sekian banyak antrean tersebut dari setiap depot dikirimkan untuk daerah krisis air bersih. Saya rasa satu tangki tidak akan membuat rugi perusahaan, justru malah akan banyak menolong warga yang sedang kesusahan mendapatkan air dan menjadi pahala di akhirat nanti,” ungkap Wakil Bupati Kuningan M Ridho Suganda saat menghadiri acara di Desa Tajurbuntu, Kecamatan Pancalang, belum lama ini.

Ridho berharap para pengusaha air tersebut tidak melulu mencari keuntungan dari kondisi musim kemarau panjang tahun ini dengan banyak mengirim air bersih ke daerah lain. Sementara masih banyak warga Kuningan di daerah Timur seperti Ciawigebang, Karangkancana dan lainnya sedang kesusahan mendapatkan air bersih.

“Data BPBD saat ini sudah 15 desa di tujuh kecamatan mengalami kesulitan air bersih. Mudah-mudahan kondisi ini dapat mengetuk hati para pengusaha air bersih yang ada di Kabupaten Kuningan untuk bisa membantu meringankan beban saudara kita di daerah tersebut,” ujarnya.

Ridho juga mengimbau kepada warga Kuningan yang wilayahnya masih banyak terdapat air hingga terbuang, agar bisa bijak dalam menggunakan air. “Jangan menghambur-hamburkan air untuk hal yang tidak berguna ketika masih banyak saudara kita yang sengsara karena tak ada air,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Agus Mauludin mengungkapkan, untuk menangani krisis air bersih di 15 desa tersebut pihaknya bersama sejumlah lembaga, instansi dan komunitas seperti PDAM, Baznas, Polres, Husnul Khotimah hingga JKR mengirim air bersih ke daerah kekeringan. Total hingga saat ini sudah 2 juta liter lebih air bersih disalurkan untuk daerah kekeringan tersebut.

“Karena keterbatasan personel dan armada, kami sangat membutuhkan partisipasi dari banyak pihak. Kami sangat berterima kasih kepada pihak yang telah memberikan bantuan pengiriman air bersih ke desa terdampak kekeringan, dan masih terbuka partisipasi pihak lain agar semakin banyak daerah kekeringan yang terbantu,” ujar Agus. (fik)

Berita Terkait