Pengakuan Pelajar Cirebon yang Tertangkap Demo di Jakarta

tertangkap di jakarta
Pelajar asal Cirebon yang tertangkap di Jakarta saat aksi demonstrasi di DPR RI. Foto: Kolase/Radar Cirebon

JAKARTA – Puluhan pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) asal Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan tertangkap dalam aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat. Sebagian dari mereka, ada juga yang tertangkap saat tiba di Terminal Tanjung Priuk.

Dalam pengakuannya, mereka datang ke Jakarta karena mendapatkan ajakan dari beberapa rekan. Juga mendapatkan pesan-pesan lewat media sosial. Rata-rata mayoritas pelajar itu merupakan dari sekolah luar daerah Ibukota yang transit sementara di wilayah Jakarta Utara. Mereka juga dengan diiming-imingi uang sebesar Rp20 ribu.

Dalam video pengakuan yang diterima Radar Cirebon, MR siswa salah satu SMK di Kota Cirebon mengaku berangkat ke Jakarta setelah mendapat pesan ajakan di media sosial. Kemudian bersama rekan-rekannya menumpang kendaraan menuju ibu kota. “Di sana saya terlantar. Ternyata berita itu hoaks,” kata MR, yang masih duduk di kelas XII tersebut.

Hal serupa dikatakan HB, siswa sekolah menengah kejuruan negeri. Dia mengaku menyesal mengikuti ajakan di media sosial untuk turut berunjuk rasa di Jakarta. “Saya mengimbau untuk teman-teman yang lain tidak usah ikut demo-demo di Jakarta,” tuturnya.

Sementara BAF yang berusia 16 tahun mengaku tertangkap di depan Gedung DPR RI. Saat kerusuhan terjadi, dia pun sempat melempari aparat kepolisian dengan batu. Kemudian tertangkap dan dibawa ke Polres Metro Jakarta Utara. (ade)

*Berita selengkapnya di Koran Radar Cirebon, Edisi Rabu (2/10). 

Berita Terkait