Pendonor Darah Pengganti di Kota Cirebon Terus Menurun

ILUSTRASI

CIREBON-Pendonor darah pengangganti di Kota Cirebon, dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Namun, penurunan ini justru menunjukkan indikasi baik. Kesadaran masyarakat untuk donor darah dianggap meningkat.

Direktur Unit Transfusi Darah (UTD) Kota Cirebon dr Sugianto MKes  menjelaskan, ada dua jenis donasi darah yakni donasi sukarela dan donasi pengganti. Donasi pengganti ketika tidak ada stok, pihak keluarga yang mendonasikan darahnya. Sedangkan donasi sukarela adalah mereka yang secara sadar mendonorkan darahnya melalui PMI. “WHO menginginkan donasi pengganti ini bisa mencapai nol persen,” ujarnya.

Menurut dia, untuk sampai ke angka nol cukup sulit. Terutama di setiap Ramadan, PMI malah  kekurangan stok daerah. Berdasarkan data PMI, di tahun 2012 donor pengganti mencapai 16,11 persen dan di tahun 2017 secara signifikan turun hingga 2,31 persen dan tahun lalu turun lagi menjadi 1,01 persen. “Ini bisa kita simpulkan kesadaran donor darah sukarela meningkat,” jelasnya.

Sebaliknya untuk pendonor 100 kali atau lebih di tahun 2014 jumlahnya 3 orang,  2018 sebanyak 3 orang dan tahun 2019 sebanyak 6 orang dan mereka akan mendapatkan penghargaan dari presiden. Darah yang  diambil dari pendonor memang tidak bisa langsung ditransfusikan. Ada proses pengolahan, sehingga ada  biaya pengolahan darah. “Darah kita periksa dulu sebelum ada 4 penyakit menular,” katanya.

Saat donor darah, pendonor juga ada seleksi. Juga ada pertanyaan yang harus dijawab jujur. Kemudian darah ditampung dan diolah sebelum diminta rumah sakit. Permintaan darah dari rumah sakait dicocokkan dengan darah pasien dan stok darah yang ada. (abd)

Berita Terkait