Pemkab Cirebon Terapkan Aplikasi Digital untuk Hibah dan Dana Bansos

smart-city-mobile-phone
Ilustrasi. Foto: Pixabay.com

CIREBON – Hibah dan dana bantuan sosial (bansos) sangat rawan penyimpangan bila tidak transparan prosesnya. Untuk itu, Pemkab Cirebon berencana mengeluarkan aplikasi hibah dan dana bansos versi digital dalam pelaporannya. Sehingga, kehadiran aplikasi ini jauh lebih transparan dari penyimpangan.

Demikian dikatakan Sekda Kabupaten Cirebon Drs H Rahmat Sutrisno MSi kepada Radar, kemarin. Menurut Rahmat, aplikasi hibah dan dana bansos ini membuat keuangan daerah jauh lebih aman dari penyimpangan.

“Keuangan daerah jadi lebih baik, artinya semua harus terekam dan dan tercatat dengan baik di aplikasi,” ujarnya.

Pihaknya menginginkan agar aplikasi ini bisa segera diterapkan untuk pengusulan dan pemberian dana hibah dan bansos di tahun 2021. “Silakan Semua SKPD melakukan dengan baik, para SKPD diberitahukan bagaimana cara melakukan pelaporan pencatatan itu,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Rahmat, penyaluran dan proses dana hibah dan bansos masih sangat manual sehingga tidak tertib dan sangat rawan. “Selama ini kertas masih manual, artinya pencatatan itu disempurnakan dengan aplikasi,” ujarnya.

Selain anggaran jauh dari penyimpangan, adanya aplikasi ini warga bisa melihat secara langsung prosesnya dan lebih transparan. “SKPD bisa mengontrol proses itu sudah sejauh mana, masyarakat juga bisa melihat sudah sejauh mana permohonannya terkait dana hibah dan bansos,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Rahmat, bisa melihat skala prioritas yang harus segera bisa dibantu. “Kalau anggaran kita tidak siapkan karena kita juga tidak tahu siapa yang butuh, nanti kita bahas di tim anggaran, yang penting dicatat dulu permohonan itu. Nanti, SKPD membuat prioritas-prioritas tadi dan prioritas itu harus mendukung program pemerintah daerah,” tuturnya. (den)

Berita Terkait