Pemilihan Ketum PMII Kuningan sampai Subuh

pmii-3
KONFERCAB. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kuningan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) PMII XI di Gedung Kesenian Kuningan, Minggu (1/12). Foto: Istimewa

KUNINGAN – Proses regenerasi kader di tubuh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kuningan terus bergulir di setiap masa kepengurusan. Hal ini terbukti dengan adanya Konferensi Cabang (Konfercab) PMII XI di Gedung Kesenian Kuningan, yang berlangsung sejak Sabtu (30/12) hingga Minggu (1/12) subuh.

Saat pemilihan bakal calon ketua umum, muncul empat nama sebagai kandidat. Namun dari hasil verifikasi persyaratan, hanya satu orang yang dinyatakan lolos dan memenuhi kriteria sebagai calon ketua umum. Alhasil, satu calon yakni M Dzikri Caesar terpilih secara aklamasi sebagai Ketum PC PMII Kuningan masa khidmat 2019-2020.

Konfercab ini dihadiri langsung Ketua IKA PMII Emup Muflihudin, Ketua KPU Asep Z Fauzi, Ketua DPD KNPI Masuri, Dosen Unisa Iim Suryahim serta ratusan kader dan para alumni PMII Kabupaten Kuningan. Ketua Umum PC PMII Kuningan terpilih, M Dzikri Caesar menyampaikan rasa syukur dan terimakasih atas amanah yang diberikan para pengurus PMII Kuningan. Sebagai organisasi kader, PMII kedepan harus memiliki keunggulan khususnya dari sisi keilmuan.

“PMII akan tetap konsisten memperjuangkan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan, sesuai nilai-nilai yang tertuang dalam Mars PMII yaitu mahasiswa sebagai pembela bangsa penegak agama. Sebab antara nasionalisme dan Islam itu tidak ada pertentangan,” tandasnya.

Selain itu, Konfercab PMII juga menghasilkan Ketua Kopri Cabang PMII Kuningan yang baru yakni Okky Ayu Setiowati. Bagi Okky, Kopri sebagai bagian integral dari PMII tidak terlepas dari arah gerakan PMII sebagai orginisasi kader.

“Tentunya kami akan mengoptimalkan pada diskursus tentang perjuangan pembebasan, atas ketidakadilan martabat manusia akibat  ketimpangan relasi antara perempuan dan laki-laki. Maka isu yang akan menjadi fokus perjuangan Kopri hari ini, yakni bagaimana perempuan memiliki kesadaran untuk memperoleh kemerdekaannya dalam berpikir dan bertindak, serta kesadaran bahwa laki-laki dan perempuan memiliki martabat yang sama dalam kehidupan beragama dan bernegara,” tegas dia.

Melalui penyadaran ini, lanjutnya, besar harapan perempuan mampu membangun kolektivitas yang besar dan dapat mereduksi tindakan yang merendahkan perempuan seperti kekerasan seksual, pelemahan peran perempuan di wilayah publik, dan penyempitan akses ekonomi perempuan.

PMII merupakan organisasi kaderisasi yang menyasar millenial perempuan di kalangan mahasiswa, tentu akan menjadi titik awal gerakan melalui penyadaran struktur berpikir perempuan dalam mewujudkan kehidupan yang berkeadilan. (ags)

Berita Terkait