Pemdaprov Jabar Tindaklanjuti Kerjasama dengan Maluku Utara

f - maluku
KERJASAMA: Salah satu rangkaian kunjungan kerja Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Kota Ternate, Maluku Utara.FOTO: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Pemprov Jabar

TERNATE – Dalam rangka menguatkan hubungan kerjasama antara Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat dan Maluku Utara, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan pertemuan dengan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba di Rumah Dinas Gubernur Maluku Utara, kemarin (5/9).

“Agenda pertemuan kami adalah menindaklanjuti rencana kerja sama. Beliau (Abdul Gani Kasuba, red) menyambut dengan hangat. Insya Allah dengan saling mengunjungi ini bisa membawa kesejahteraan masyarakat Jawa Barat dan Maluku Utara,” papar Ridwan Kamil.

Menurutnya, dalam waktu dekat, yang akan dikerjakan oleh kedua provinsi adalah kerjasama di bidang perikanan kelautan dan komunikasi informasi. “Dari 25 bidang yang kita kerjasamakan, dalam waktu dekat yang akan kita kolaborasikan adalah perikanan dan kelautan serta komunikasi informasi,” tuturnya.

Dalam nota kesepahaman yang ditandatangani Ridwan Kamil dan Abdul Gani Kasuba di Gedung Sate Bandung pada 9 Juli lalu, ada 25 ruang lingkup kerja sama.

Antara lain, meliputi bidang perikanan, kelautan, sosial, pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan keluarga berencana, penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu, tenaga kerja dan transmigrasi, perkebunan, kehutanan, pertanian, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pariwisata, lingkungan hidup, perhubungan, serta energi dan sumber daya mineral.

Kemudian, bidang perindustrian dan perdagangan, pengembangan sumber daya aparatur, pengembangan pelayanan publik, pengembangan pendapatan daerah, pengembangan teknologi informatika, penelitian pengembangan dan inovasi, kependudukan dan catatan sipil, pengadaan barang dan jasa, inspektorat, perpustakaan dan kearsipan, serta bidang lain sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan.

Emil menambahkan bahwa nantinya sebuah hubungan ekonomi bisa menjadi faktor pendorong kesejahteraan. Meski begitu, kerja sama perlu didukung oleh investasi dan jaminan kondusivitas sosial politik juga keamanan. “Maka kita perbanyak kolaborasi, kurangi kompetisi. Karena kita sama-sama NKRI,” pungkas pria yang biasa disapa Kang Emil ini. (jun)

Berita Terkait