Pemdaprov Jabar Jadi Daerah Peduli Penyiaran

PEDULI PENYIARAN: Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menerima penghargaan Pemerintah Daerah Peduli Penyiaran bagi Pemdaprov Jabar pada malam puncak Anugerah KPI 2019 di Grand Studio Metro TV, Jakarta, Rabu (4/12) lalu.FOTO: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Pemprov Jabar

JAKARTA – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menobatkan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemdaprov Jabar) sebagai Pemerintah Peduli Penyiaran. Penghargaan tersebut diberikan langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada malam puncak Anugerah KPI 2019 di Grand Studio Metro TV, Jakarta, Rabu (4/12). “Mudah-mudahan penghargaan ini menjadi inspirasi bersama,” ucap Ridwan Kamil.

Dia menegaskan bahwa pihaknya dan KPI Daerah (KPID) Jawa Barat sangat kompak mengedukasi dan memproteksi warganya dari sebuah informasi. “Kami bersama KPID Jabar sangat kompak. Setiap tahun juga kita selenggarakan KPID Award,” tegasnya.

Selain itu, dukungan dalam bentuk anggaran juga selalu dikucurkan Pemdaprov Jabar kepada KPID Jabar setiap tahunnya. Pasalnya, saat ini terdapat 417 lembaga penyiaran yang beroperasi di Jawa Barat. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak di Indonesia sehingga harus dibina betul-betul oleh Pemdaprov Jabar bekerja sama dengan KPID Jabar.

“Kami harus membina 417 lembaga penyiaran atau terbanyak se-Indonesia karena warga Jawa Barat adalah pengonsumsi informasi,” tutur Emil, sapaan Ridwan Kamil.

Terkait tantangan dalam menggunakan media, Emil mengatakan, masalah saat ini bukanlah dalam mencari informasi dan memilah informasi, melainkan dalam perang informasi melawan berita hoaks yang hampir setiap hari beredar termasuk di Jawa Barat.

“Masalah di zaman orang tua kita adalah mencari informasi. Masalah di zaman saya adalah memilah informasi, dan perang hari ini bukan perang senjata, tapi perang informasi,” katanya.

Untuk itu, Pemdaprov Jabar sudah membentuk unit kerja Jabar Sapu Bersih (Saber) Hoaks. “Setiap hari Senin kami posting lima berita yang dianggap hoaks yang beredar di Jawa Barat untuk melindungi ruang informasi warga kami. Mudah-mudahan unit ini bisa diadopsi oleh pemerintah daerah lainnya,” harap Emil.

Anugerah KPI 2019 sendiri merupakan bentuk apresiasi kepada insan televisi dan radio dalam menghadirkan program siaran sehat dan berkualitas.

Pada Anugerah KPI tahun ini, panitia menerima 185 tayangan televisi dan 130 siaran radio, yang tersebar dalam 16 kategori penghargaan. Dalam menilai 315 program siaran ini, KPI mengikutsertakan 21 orang juri dengan beragam latar belakang, seperti psikolog, sutradara dan kritikus film, praktisi perfilman, pengamat penyiaran, akademisi, hingga anggota DPR RI. (jun)

Berita Terkait