Pembunuh Santri Divonis di Hari Ulang Tahun Korban

JALANI HUKUMAN: Yadi Supriyadi (kanan) dan Rizki Mulyono saat sidang di PN Cirebon, kemarin (14/1).FOTO: NURHIDAYAT/RADAR CIREBON

SIDANG kasus pembunuhan Mohammad Rozien, santri Pondok Pesantren (Ponpes) Husnul Khotimah Kuningan telah digelar di Pengadilan Negeri Cirebon, Selasa (14/1). Majelis hakim memvonis kedua terdakwa Yadi Supriyadi alias Acil dan Rizki Mulyono alias Nono masing-masing 13 dan 10 tahun penjara.

Secara kebetulan, hari pelaksanaan sidang vonis tersebut bertepatan dengan hari kelahiran korban Mohammad Rozien. Berdasarkan identitas korban, almarhum lahir di Banjarmasin pada 14 Januari 2002. Atau jika masih hidup, kemarin, Rozien merayakan hari ulang tahunnya yang ke- 18.

Dari data yang didapatkan Radar Cirebon, korban yang tinggal di Jl Puyau 25 Komplek Ratu Elok, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, itu merupakan anak yang berbakti kepada orang tua. Hal itu juga pernah diungkapkan ibunda Rozien, Indira Fitriyani, dalam sambutan ketika salat jenazah anaknya di Ponpes Husnul Khotimah Kuningan, Sabtu 7 September 2019.

Selain itu, Rozien juga dikenal sebagai santri berprestasi dan menonjol di bidang desain grafis. Ia yang duduk di bangku kelas XII IPA, menjadi salah satu peserta dalam event ajang remaja berprestasi, event tahunan tingkat nasional dengan panitia dari pihak organisasi santri Husnul Khotimah.

Rozien sendiri telah 6 tahun menuntut ilmu di Ponpes Husnul Khotimah dari tingkat SMP hingga SMA. “Sejak dari MTs di Husnul Khotimah. Anaknya patuh dan nurut banget. Dia selalu berangkat sekolah paling awal,” ujar Kepala Divisi Humas Ponpes Husnul Khotimah, Sanwani, kala itu, Sabtu 7 September 2019.

Kebaikan hati Rozien masih terasa, bahkan beberapa hari sebelum peristiwa tragis itu terjadi. Korban sempat berpesan kepada ibunya untuk membawakan oleh-oleh dari Kalimantan Selatan untuk teman-temannya di Ponpes Husnul Khotimah. Rupanya oleh-oleh tersebut merupakan bingkisan terakhir untuk teman-temannya di pesantren.

Hari itu, Sabtu 7 September 2019, ratusan santri dan guru di Pondok Pesantren Husnul Khotimah menyalatkan jenazah Rozien setelah tiba di pesantren itu sekitar pukul 03.00 WIB. Ibu korban kemudian membawa jenazah almarhum ke kampung halamannya. (nurhidayat)

Berita Terkait