Pembuang Sampah Sembarangan Disumpahi Hidup Sengsara dan Mati Ditabrak Mobil, Begini Hasilnya

INDRAMAYU – Spanduk peringatan bernada ancaman dan sumpah kepada warga yang membuang sampah sembarangan terlihat di sejumlah titik di jalan Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu.

Spanduk yang mengatasnamakan warga Kitana Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokanbunder itu bertuliskan peringatan dan doa yang buruk bagi siapa saja yang membuang sampah sembarangan. “Yang membuang sampah di sini hidupnya sengsara matinya ditabrak mobil. Aamin” demikian isi bunyi spanduk itu.

Warga Blok Kitana Trisno (45) mengatakan, pemasangan spanduk peringatan yang dibuat warga, merupakan ungkapan rasa resah warga terhadap banyaknya tumpukan sampah di pinggiran jalan, yang sengaja dibuang warga luar desa.

“Pokoknya yang buang sampah di sini dari desa sendiri atau dari desa lain, spanduk ini jadi peringatan bagi siapa saja yang buang sampah seenaknya sendiri, dan ini ungkapan rasa kekesalan warga Kitana,” kata Trisno.

Menurutnya, semenjak adanya spanduk bernada ancaman itu, beberapa minggu keb hingga saat ini ada perubahan. Volume sampah mulai berkurang.

“Warga paling hanya membakar sisa-sisa tumpukan sampah saja, yang sebelumnya menumpuk, tidak ada lagi tumpukan sampah baru di pinggiram jalan,” tuturnya.

Warga lainnya, Imin (53) menuturkan, warga sangat mendukung pemasangan spanduk bernada ancaman dan sumpah di pinggiran jalan yang selalu di jadikan TPS liar.
Padahal, menurutnya, sudah banyak TPS resmi tersedia di jalan-jalan. “Desa pun menyediakan tempat pembuangan sampah,” katanya.

Zaman sekarang, kata Imin, imbauan harus bernada keras. Karena jika imbauannya hanya kata-kata bijak, tidak diperhatikan malah diacuhkan. “Kalau bisa di setiap titik TPS liar diberikan spanduk bernada keras,” ujarnya.  (oni)

Berita Terkait