Pelatda Minim Dana, KONI Kota Cirebon Upayakan Bantuan

ILUSTRASI

CIREBON–Semakin banyak atlet Kota Cirebon memastikan diri masuk Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Jawa Barat proyeksi Pra PON XX/2020. Sayang, banyak haknya belum terpenuhi. KONI Kota Cirebon pun tak berpangku tangan. Top organisasi olahraga di Kota Udang itu siap mendukung pembinaan atlet-atlet kebanggaannya.

Sejumlah induk organisasi cabang olahraga (cabor) di Jawa Barat sudah mengumumkan skuad pelatda mereka. Namun, tidak semuanya mampu melaksanakan camp latihan. Beberapa yang sudah menggelar traing camp (TC) di Kota Bandung pun belum sepenuhnya mampu mendanai sendiri program pembinaan atletnya.

Persoalannya, kucuran dana dari KONI Provinsi Jawa Barat ke pelatda sangat minim. Anggaran KONI sendiri dibatasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hal itu terjadi akibat polemik berkepanjangan terkait legalitas kepengurusan KONI Jawa Barat yang dipimpin Brigjen TNI Ahmad Saefudin.

Adi “Banteng” Susanto, pebaseball senior asal Kota Cirebon menuturkan, untuk dapat mengikuti pemusatan latihan di Kota Bandung, dia harus mengeluarkan dana dari kantong pribadi. “Gaji pelatda sampai sekarang belum jelas. Nol besar alias kosong. Transport dan akomodasi saat TC, ya masih ditanggung sendiri,” katanya.

Baru-baru ini, Muaythai Indonesia (MI) Jawa Barat juga mengumumkan daftar atlet proyeksi Pra PON 2020. Tiga atlet dan satu pelatih muaythai Kota Cirebon tergabung di dalamnya. Namun, pelatda belum bisa digelar. Kabarnya, akan dilaksanakan di bulan Oktober. Padalah Pra PON digelar Desember. “Persiapannya sangat mepet,” kata Ketua Umum MI Kota Cirebon, Rafo Vender Latupeirissa.

Selain baseball dan muaythai, ada banyak lagi atlet Kota Cirebon masuk skuad Pra PON Jawa Barat. Ada lima wakil Kota Udang pada cabang gulat. Dua dari panahan. Biliar dan panjat tebing masing-masing punya satu wakil. Empat atlet taekwondo, meski belum diumumkan secara resmi, sudah masuk pantauan Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Barat.

Di samping itu, ada juga enam pebasket putra dan putri serta satu atlet tenis lapang yang masih menjalani proses seleksi. Jumlah itu diperkirakan masih akan terus bertambah. “Perkembangannya akan terus kami pantau. Ini penting karena berkaitan dengan nasib atlet-atlet andalan kita,” kata Wakil Ketua II KONI Kota Cirebon Eka Madya.

“Dalam waktu dekat ini kita juga akan ke Bandung supaya bisa berkoordinasi dengan KONI Jawa Barat dan pengurus provinsi dari beberapa induk cabang olahraga yang menaungi atlet-atlet kita,” imbuh Eka.

Ketua Umum KONI Kota Cirebon Hj Wati Musilawati menegaskan, pihaknya siap membantu program pembinaan atlet Kota Cirebon yang telah resmi masuk pelatda. Namun demikian, diperlukan dasar hukum yang kuat untuk menggulirkan bantuan tersebut. Sebab, pada dasarnya membina atlet proyeksi PON adalah kewajiban pemerintah dan KONI Provinsi Jawa Barat.

“Karena itu, kita perlu konsultasi dan koordinasi dengan KONI Jawa Barat. Sebab, program yang akan kita gulirkan nanti pada akhirnya harus bisa dipertanggungjawabkan. Kita harus punya dasar hukum yang kuat bila nanti harus menanggung pendanaan atlet-atlet kita di pelatda,” ucapnya. (ttr)

Berita Terkait