Pelaku Tawuran Pelajar Ditangkap, Dimandikan lalu Dipulangkan

Sempat Ribut setelah Truk Berhenti di Lampu Merah Weru

Puluhan pelajar yang diamankan di Mapolsek Weru dimandikan secara bergantian.FOTO:CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

CIREBON-Ada yang tak biasa dari penanganan puluhan pelajar yang diamankan di sekitar lampu merah (lamer) Weru, Kabupaten Cirebon, Kamis siang (7/11) sekitar pukul 14.00 WIB. Jika biasanya polisi memberikan pembinaan dengan mencukur rambut, kali ini siswa yang diamankan dimandikan menggunakan air bersih. Pihak sekolah dan orang tua siswa lalu dipanggil ke kantor polisi, siswa membuat pernyataan, kemudian dipulangkan.

Data yang dihimpun Radar Cirebon, awalnya puluhan pelajar SMK menumpang truk semen yang melaju dari arah Kota Cirebon menuju arah Palimanan. Setibanya di lampu merah Weru, truk semen itu berhenti. Di luar dugaan, para pelajar itu tiba-tiba diserang oleh pelajar lainnya menggunakan petasan.

Situasi pun memanas. Para pelajar yang di atas truk harus lari menyelamatkan diri. Dibantu warga, mereka lari mencari jalur yang aman. Polisi juga turun ke lokasi dan mengamankan para pelajar itu. Hasilnya, puluhan pelajar digiring ke halaman Mapolsek Weru. Setelah proses pendataan, mereka lalu dimandikan secara bergantian.

Satu di antara pelajar itu berinisial N. Kepada Radar Cirebon, N mengaku tak tahu apa-apa. Mereka tiba-tiba diserang saat truk berhenti di lampu merah Weru. “Kita awalnya ngompreng biasa. Pas lampu merah Weru, ada yang nyerang pakai petasan. Terus ada masyarakat suruh kami turun, katanya menghindar. Lari, lari. Jadi kami semua turun dan menghindar ke arah selatan,” kata N saat di halaman Mapolsek Weru.

Sementara itu, Kapolsek Weru AKP Didin Jarudin mengatakan tawuran tersebut berawal dari rombongan pelajar yang melempar petasan ke mobil omprengan atau truk semen yang ditumpangi siswa lain dari arah Kota Cirebon. “Kebetulan saat itu kami sedang siaga. Jadi langsung bergerak mengamankan mereka supaya tidak meluas,” kata kapolsek.

Dengan siaga, kata kapolsek, pihaknya lebih cepat mengatasi aksi para pelajar tersebut. “Kami memang siagakan anggota setiap hari. Jadi setiap siswa pulang sekolah, anggota selalu siaga untuk mengatur lalulintas. Nah tadi (kemarin, red) saat melihat ada pelajar tawuran, karena anggota lagi siaga, jadi penanganan pun lebih cepat. Kita berhasil mengamankan 57 pelajar SMK. Kita amankan supaya aksi mereka tak melebar jauh,” papar kapolsek.

Usai pemeriksaan, lanjut kapolsek, tak ditemukan benda-benda berbahaya. “Tidak ada barang yang mencurigakan saat kita periksa. Kita sudah lakukan pembinaan kepada para pelajar tersebut. Kami sampaikan terkait bahayanya tawuran serta mengompreng. Bahaya buat mereka sendiri, juga merugikan atau membahayakan warga umum,” jelas AKP Didin Jarudin.

Setelah pembinaan, kapolsek dan anggotanya langsung menghubungi pihak sekolah dan orang tua siswa untuk menjemput para pelajar itu. “Mereka (para pelajar, red) kemudian membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatannya. Tidak akan tawuran, tidak akan numpang atau ngompreng kendaraan. Mereka kemudian dikembalikan ke orang tua masing-masing dan pihak sekolah,” pungkas kapolsek. (cep)

Berita Terkait