Pedagang Siap-siap Kena Gusur, Terkait Rencana Penataan Lokasi di Situs Gunung Jati

BAKAL DITERTIBKAN: Puluhan pedagang di situs Gunung Jati bakal ditertibkan dan ditata. Dalam penertiban itu, dipastikan puluhan pedagang bakal kena gusur.FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON – Puluhan kios dan warung pedagang di ring 1 situs Gunung Jati bakal ditertibkan, seiring dengan rencana penataan yang diwacanakan dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang.

Kondisi tersebut jelas membuat para pedagang resah. Mereka mengaku tidak mengetahui mekanisme penataan tersebut. Termasuk apakah nanti setelah penggusuran, akan ada penempatan kembali atau relokasi pedagang ke tempat yang sudah disediakan.

“Wacana ini muncul belum lama. Katanya dari pemerintah provinsi mau melakukan penataan. Langkah pertama yang dilakukan adalah penggusuran pedagang. Kita tidak tahu apakah nanti setelah digusur mau direlokasi ke mana?” ujar salah seorang pedagang inisial HM yang ditemui Radar Cirebon,  kemarin (20/11).

Menurut HM, sebenarnya para pedagang tidak anti terhadap penataan. Namun harapannya, setelah penataan ada relokasi tempat. Sehingga para pedagang tidak kehilangan mata pencaharian.

“Kami warga lokal asli menggantungkan hidup dari berdagang. Kalau digusur ya harapannya ada relokasi ke tempat yang lebih baik. Tapi catatannya, harus tempat yang strategis dan sewanya tidak mahal,” imbuhnya.

Diakuinya, para pedagang melalui perwakilannya sudah melakukan rapat dan bertemu dengan perwakilan pihak provinsi dan keraton. Namun, hasil pertemuan tersebut belum disampaikan kapan pelaksanaan penataannya.

“Kita belum tahu apakah nanti dapat santunan atau tidak. Kalau boleh minta sih jangan digusur. Kita kan sudah lama sekali di sini. Keberadaan pedagang di sini juga ikut membantu peziarah. Kami menyediakan bunga dan kebutuhan para peziarah lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kuwu Desa Astana, Nuril Anwar kepada Radar CIrebon menuturkan, informasi rencana penataan situs Gunung Jati sudah diterima Pemdes Astana. Menurutnya, untuk jumlah pedagang yang bakal kena imbas dari penataan tersebut berjumlah puluhan pedagang.

“Ya, nanti akan ada penertiban pedagang di dekat pintu masuk untuk penataan situs Gunung Jati. Informasi sementara nanti untuk pelaksanannya dari Pemprov Jabar. Nanti tidak melalui desa, tapi langsung dengan pengelola situsnya. Pelaksanaan rencananya tahun 2020,” bebernya.

Dijelaskan Nuril, pihak Pemdes Astana sendiri berharap langkah penertiban dan penataan disertai dengan solusi. Sehingga tidak membawa dampak negatif bagi para pedagang yang merupakan warga lokal asli.

“Harapan saya begitu. Pokoknya diusahakan para pedagang bisa dapat solusi terbaik,” ungkapnya. (dri)

Berita Terkait