Pedagang Barang Bekas di Belakang BAT Sukarela Pindah, Tahun Depan Dicat Ulang

Pemkot Memulai Langkah Mempercantik Kawasan BAT

Gedung BAT
Area belakang Gedung BAT yang telah ditertibkan dari pedagang barang bekas, Jumat (13/12).FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Gedung British America Tobacco (BAT) telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Menjadi ikon pusat kawasan kota tua. Namun, kondisinya kian tak terawat. Lingkungan di sekitarnya juga kian kumuh.

Lemari etalase, rangka tempat tidur hingga mannequin ditumpuk tak beraturan di bagian belakang Gedung BAT. Area ini sudah lama dimanfaatkan pedagang barang bekas. Terutama setelah lapak mereka terbakar, beberapa tahun silam.

Kehadiran barang bekas ini, dianggap mengganggu sisi estetika Gedung BAT. Sehingga pengunjung hanya dapat menikmati bagian depan dan sisi kanan-kirinya saja. Padahal, nantinya Gedung BAT ini akan terkoneksi dengan Taman Kebumen, yang tahun depan direvitalisasi.

Kepala Satuan Polisi Pampng Praja (Satpol PP) Kota Cirebon Drs Andi Armawan mengaku banyak menerima permintaan penertiban dari masyarakat. Mereka mengeluhkan lingkungannya menjadi sangat kumuh dengan keberadaan etalase terbuka barang bekas. “Kita sudah melakukan penertiban, tanpa ada keributan. Semua tumpukan barang bekas secara sukarela dipindahkan oleh pemiliknya,” katanya.

Pelaksanaan penertiban ini berlangsung aman dan kondusif. Pihaknya melakukan pendekatan persuasif dan humanis kepada para pedagang. Para petugas memberikan pengertian, bahwa Gedung BAT ini merupakan bangunan cagar budaya. Yang harus dijaga kebersihan, keindahan dan kelestariannya.

Tidak berapa lama, para pedagang dengan sukarela memindahkan dan mengangkut barang miliknya. Ada lemari, kursi, bupet, tempat tidur dan furniture bekas lainnya. Pihaknya hanya sekedar membantu mengamankan dan memfasilitasi bila dibutuhkan.

Setelah penertiban, kondisi bagian belakang BAT sudah mulai tampak bersih dan rapih. Para pejalan kaki bisa melewati teras belakang gedung tanpa terhalang oleh barang-barang seperti sebelumnya. Untuk itu pihaknya tak akan bosan-bosannya mengingatkan pedagang agar tidak menyimpan barangnya di teras belakang BAT.

Penertiban pedagang barang bekas juga diharapkan menjadi langkah awal untuk revitalisasi kawasan kota tua. Mengingat nantinya di area ini Pemerintah Kota Cirebon akan membuat beberapa proyek untuk mempercantik kawasan.

Seperti diketahui, tahun depan sudah dianggarkan revitalisasi Taman Kebumen senilai Rp4,8 miliar. Kemudian ada juga pembangunan Monumen Replika Pedati Gede Pekalangan yang lokasinya berada di taman di seberang BAT.

Walikota Cirebon Drs H Nashrudin Azis SH juga mengutarakan keinginan untuk merevitaliasi Gedung BAT, terutama pengecatan ulang area eksterior. Pemerintah Kota Cirebon memang tidak bisa melakukan revitalisasi gedung secara menyeluruh, ataupun melakukan pemanfaatan. Mengingat gedung ini merupakan milik perseorangan. (ade)

Berita Terkait