Pebiliar Kabupaten Cirebon Pulang tanpa Medali, Langsung Tumbang di SEA Games

Pebiliar putra Kabupaten Cirebon Dhendy Khristanto

MANILA-Debut Dhendy Khristanto di SEA Games 2019 tidak berjalan mulus. Baru bermain di laga pertama, pebiliar Kabupaten Cirebon itu langsung tumbang di tangan wakil tuan rumah Filipina. Dhendy yang hanya diturunkan dalam satu nomor pertandingan, pulang tanpa medali.

Dhendy bermain di nomor snooker double putra. Dia berpasangan dengan pebiliar senior asal Bali, I Putu Eddy Wirawan. Berlaga di Manila Hotel Tent City dua hari lalu, Dhendy dan Eddy Wirawan dengan susah payah meladeni perlawanan pasangan tuan rumah, Hasan Al-Shajjar Basil dan Michael Angelo Mengorio.

Selain diuntungkan status tuan rumah, Filipina dikenal sebagai negara penghasil atlet biliar terbaik. Tidak hanya di Asia, tapi juga di dunia. Di atas kertas, pasangan tuan rumah jelas lebih dijagokan. Dan memang terbukti, Dhendy dan Eddy Wirawan gagal total. Kalah dengan skor 3-1 dipertandingan tersebut.

Kendati demikian, Dhendy berusaha mengambil hikmah dari kegagalannya. Pengalaman tampil di pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara itu sangat berharga baginya. “SEA Games merupakan perhelatan olahraga terbesar yang pernah saya ikuti,” kata Dhendy kepada Radar Cirebon.

Keikutsertaan Dhendy di SEA Games melewati dinamika panjang. Lolos dari seleksi nasional tidak membuat posisinya aman. Komite Olimpiade Indonesia (KOI) memberikan rekomendasi kepada Kemenpora untuk mencoret enam pebiliar dari total 17 atlet yang lolos seleknas.

Salah satu dari enam pebiliar yang disarankan KOI agar dicoret dari tim SEA Games adalah Dhendy. Beruntung, Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI) tak menuruti permintaan KOI dan Kemenpora. Ke-17 pebiliar itu diboyong ke Filipina.

Sebelum ke Filipina, Dhendy dan kawan-kawan sempat menjalani pemusatan latihan di Three Ball Theory (TBT) Academy yang berlokasi di Kota Indore, Madhya Pradesh, India, selama dua pekan. “PB POBSI memberikan kesempatan yang sangat besar kepada saya. Walau gagal, saya tidak merasa sia-sia,” tambah Dhendy.

Setelah SEA Games, pebiliar kelahiran Semarang, 17 Desember 1994 itu fokus menyongsong PON 2020 di Papua. Dhendy akan kembali memperkuat kontingen Jawa Barat. Dia merebut tiket babak utama PON XX usai meraih medali emas nomor six red pada babak kualifikasi di Jakarta, Agustus lalu.

Peraih medali perunggu PON 2016 ini berambisi menembus babak final pesta olahraga empat tahunan tersebut. “Mudah-mudahan persiapan menuju PON tahun depan lebih maksimal. Saya berharap bisa meraih hasil yang lebih baik dari PON sebelumnya,” pungkas Dhendy. (ttr)

Berita Terkait